Pedomanbengkulu.com, Seluma – Kepala Desa Talang Panjang kecamatan Ilir Talo kabupaten Seluma Naidi Abran, buka suara mengenai polemik pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang sempat menuai keributan. Naidi mengatakan, hampir seluruh warga yang protes karena tak terdata sebagai penerima BLT, merupakan warga yang ekonominya tergolong mampu.

Naidi menyebut, ada 25 orang kepala keluarga di desanya, yang tidak dimasukkan sebagai penerima bantuan langsung tunai. Hal tersebut setelah dilakukan verifikasi, sebelum terjadi keributan.

“Ya benar sebanyak 25 KK yang protes itu, paling yang layak dapat kisaran 5 KK (karena) yang tidak terdanai. Selebihnya adalah keluarga yang mampu. Ada yang ekonominya memang sudah mapan” jelas Naidi saat dihubungi (28/6/2020).

Dijelaskan Naidi, warga ia sebut memiliki ekonomi mapan namun protes tak dapat BLT tersebut, diantaranya merupakan pemilik kebun dan honorer.

“Kebun sawitnya lebar ada yang berkebun lebar, tauke sawit juga. Ado yang punya penggilingan padi mobilnya 2. Ada honorer berkebun lebar mobil yaris, ada honorer mobil jazz” jelasnya.

Begitu juga salah satu warga yang sempat terlibat keributan dengan perangkat desa, saat pembagian BLT hendak dilakukan.

“Petani punya sawah lebar punya mesin tleser (perontok) padi (dan untuk) padi petani lainnya” jelasnya.

Kendati demikian, Naidi menyatakan verifikasi ulang akan dilakukan terhadap warga yang tidak terdata sebagai penerima bantuan. Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang diambil, saat mediasi warga dan perangkat desa bersama Polsek, Koramil, dan Pemerintah Kecamatan.

“Insyaallah verifikasi ulang” jelasnya. [IT2006]