PedomanBengkulu.com Bengkulu Tengah – Menyikapi Permendes No 6 Tahun 2020 serta baru terbitnya PMK No 50 /PMK.07/Tahun 2020, Pemerintah Desa Pagar Jati Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah mengadakan rapat koordinasi dengan narasumber dari berbagai pihak institusi terkait. Kegiatan rapat koordinasi diadakan dikantor desa Pagar Jati, Kamis (04/06/2020)

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 50/PMK.07/2020 tentang perubahan kedua atas PMK No 205/PMK.07/2019 tentang pengelolaan dana desa. Yang merupakan penyederhanaan mekanisme penyaluran Dana Desa untuk percepatan BLT Desa.

Tampak hadir dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya, Camat Pagar Jati, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Tengah, Kanit Tipikor Polres Bengkulu Tengah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Pagar Jati beserta Perangkatnya juga Ketua BPD Desa Pagar Jati dan Anggota, beberapa Pendamping Desa dan masyarakat Desa Pagar Jati.

“Agar kiranya pada kesempatan rapat koordinasi ini diberikan solusi atau masukan terkait penyaluran BLT Dana Desa berikutnya, guna menghindari atau tidak menabrak aturan yang berlaku. Maka pada kesempatan ini saya mohon kepada bapak disampaikan kepada masyarakat yang hadir mengenai juklak, juknis keluarga penerima manfaat dana desa, kami juga sudah diperiksa oleh BPKP terkait penyaluran BLT Dana Desa pertama dan menyarankan agar kami melakukan Musdesus ulang”, ungkap Sri Parsity Kades Pagar Jati dalam sambutannya.

Camat Pagar Jati Pak Dailani menyebutkan “Sesuai Permendes No 6 Tahun 2020 pasal 8a ayat 3 disebutkan yang berhak menerima bantuan BLT Dana Desa tertuang disana, jadi ada acuan bukan berdasarkan yang terdampak, jika yang terdampak semuanya terdampak tapi ada mekanisme yang mengatur sesuai dengan Permendes itu tadi”, jelas Dailani.

Tomi Marisi Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkulu Tengah juga menyampaikan keterangannya terkait request solusi oleh Ibu Kades Pagar Jati, yang juga dilanjutkan oleh Kepala Dinas Sosial Pak Nurul Ikhwan menyampaikan paparan sesuai tupoksi beliau. Polres Bengkulu Tengah melalui Kanit Tipikor memberikan penjelasan langkah yang patut diambil serta agar masyarakat memaknai dari setiap bantuan yang ada. Adapun jumlah warga menerima bantuan diluar BLT Dana Desa yakni, BPNT sebanyak 7 KK, BPNT+PKH sebanyak 22 KK, BST sebanyak 10 KK dari jumlah 165 KK. Sesi selanjutnya dilakukan diskusi, masyarakat yang hadir diberikan kesempatan bertanya seputaran BLT Dana Desa baik mengenai penyaluran pertama juga berikutnya dan dijawab oleh Camat atau Dinas PMD dan Dinas Sosial. Kegiatan berjalan aman walaupun tampak agak alot. [Hendri Suwi]