PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu per Juni 2020 mengalami kesulitan dana untuk melakukan penyemprotan desinfektan Covid-19 atau virus Corona.

Sekretaris PMI Provinsi Bengkulu, Joni Saputra saat diwawancarai, Selasa (9/6/2020) mengatakan, hingga awal juni 2020 PMI Provinsi Bengkulu telah melakukan penyemprotan disinfektan disejumlah titik, antara lain tempat ibadah, lokasi perkantoran dan permukiman masyarakat. Saat ini penerima manfaat dari penyemprotan disinfektan oleh PMI Provinsi Bengkulu tercatat 301779 manfaat. Sementara untuk kelanjutan kegiatan penyemprotan desinfektan memasuki minggu kedua bulan juni 2020 PMI Provinsi Bengkulu mulai kesulitan dana untuk melakukan penyemprotan.

“Memang saat ini kami akui dalam penyemprotan disinfektan ini kita kekurangan biaya untuk oprasional. Sementara kita sudah mengajukan proposal ke sejumlah pihak namun belum ada jawaban. Kita memiliki armada dan disinfektan namun biaya operasional yang mungkin berat bagi kami untuk melakukan penyemprotan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu,” kata Joni Saputra.

Joni Saputra berharap proposal yang diajukan PMI dapat di setujui oleh pihak bersangkutan sehingga PMI dapat terus melakukan penyemprotan desinfektan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

“Makanya kita mencari sponsor dari berbagai pihak yang bisa membantu kita dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan desinfektan,” jelas Joni Saputra. [Anto]