PedomanBengkulu.com, Seluma – Penyelidikan kasus dugaan korupsi lahan di kelurahan Sembayat kecamatan Seluma Timur saat ini masih terus diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Seluma. Penyidik saat ini mendalami proses tukar guling lahan di Sembayat dengan lahan Pemkab Seluma di kawasan Pematang Aur.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Seluma, Sindu Hutomo menyatakan, pada tahun 2008 tukar guling lahan dilakukan Pemkab Seluma dengan Murman Effendi yang saat itu merupakan Bupati. Lahan milik Murman di Pematang Aur disepakati untuk ditukar dengan lahan di kelurahan Sembayat, yang luasnya sama sama 19 hektar.

“Berdasarkan dokumen lahannya sama sama 19 hektar. Berdasarkan laporan masyarakat ada indikasi perbuatan korupsi dalam tukar guling lahan tersebut” jelas Sindu (12/6/2020).

Sementara itu sebagian lahan di kelurahan Sembayat, saat ini sudah banyak ditempati warga. Dari total hamparan lahan sebanyak 43 hektar, sebagian lahan sudah dikuasai dan beberapa warga memiliki sertifikat hak milik (SHM).

“Kami masih mencari data berupa dokumen maupun keterangan saksi, posisi lahan yang dimaksud juga masih belum jelas, sedangkan lahan yang diserahkan dan sudah diterima itu masih menjadi kendala, dan coba kami dalami terus” jelasnya.

Adapun dalam kasus ini Kejari Seluma sudah melakukan pemanggilan saksi, mulai dari PNS, pejabat, dan sejumlah pihak lainnya. [IT2006]