PedomanBengkulu.com, Lebong – Sebagai langkah antisipasi jelang pelaksanaan verifikasi faktual dukungan bagi bakal calon perseorangan, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebong pada 9 Desember 2020 mendatang. KPU Kabupaten Lebong sudah melaksanakan Rapid Test kepada seluruh penyelenggara adhoc tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Dari hasil Rapid test yang digelar di 6 Puskemas Sabtu (27/6/2020) lalu. Dari 312 anggota PPS, terdapat dua orang dinyatakan reaktif. Untuk itu, kedua anggota PPS tersebut, diharuskan menjalankan isolasi secara mandiri dan akan mengikuti Rapid test kembali setelah sepuluh hari kedepan.

“Dua anggota PPS tersebut berasal dari Kecamatan Lebong Selatan dan Bingin Kuning, keduanya kita minta isolasi mandiri dan tugasnya akan dilaksanakan dua anggota PPS rekannya, serta dibackup PPK setempat,” ungkap Ketua KPU Lebong Shalahuddin Al Khidhr kepada PedomanBengkulu.com Minggu (27/6/2020) siang.

Ditambahkan Khidhr, dengan rapid test ini KPU Lebong dalam melaksanakan tugas-tugasnya, sudah termasuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan intruksi pemerintah.

“Rapid test ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa sebelum pelaksanaan tahapan kita Pilkada, KPU Lebong sudah memastikan kesehatannya jajarannya. Dan memastikan bahwa jajaran KPU Lebong siap melakukan semua tahapan,” bebernya.

Disampaikannya, KPU Lebong akan terus berkoordinasi dengan tim Gugud Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lebong, untuk memastikan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 ini bisa berjalan dengan Protokol kesehatan.

“Saat ini baru Rapid test PPS persiapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan. Untuk Rapid Test jajaran KPU dan PPK, kita masih menunggu jadwal dan anggarannya,” pungkasnya.
[Supriyadi]