Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Utara – Bertempat di ruang rapat Setdakab Bengkulu Utara, Bupati bersama Forkopimda menggelar rapat tentang Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Masa Pandemi, Rabu (3/6/2020).

Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian mengatakan Surat Edaran (SE) tersebut berisikan tentang kembalinya aktivitas umat beragama dalam menjalankan ibadah di rumah ibadah dengan tetap menaati protokol kesehatan.

“Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid-19,” ungkap Mian.

Menurutnya, SE yang ditandatangani pada 29 Mei 2020 mencakup panduan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi, yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah atau kolektif.

Di dalamnya mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut.

“Adapun rumah ibadah yang berkapasitas daya tampung besar dan mayoritas jemaah atau penggunanya dari luar kawasan/lingkungannya, akan diatur pemetaanya oleh Kemenag Bengkulu Utara, sesuai tingkatan rumah ibadah tersebut,” ungkapnya.

Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah tersebut juga mengatur kewajiban pengurus atau penanggung jawab rumah ibadah ada 11 kewajiban yang diatur. Selain itu, SE ini ada sembilan poin juga mengatur kewajiban masyarakat yang akan melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

“Semua peserta yang hadir dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19, membatasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% (dua puluh persen) dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang, dan pertemuan dilaksanakan dengan waktu seefisien mungkin,” ujarnya.

Dirinya menambahkan jika rumah ibadah akan digunakan untuk kegiatan sosial keagamaan, seperti akad pernikahan/perkawinan, maka selain tetap mengacu pada ketentuan.

“Panduan ini dievalusi sesuai dengan perkembangan pandemi Covid-19,” pungkasnya. [Sugeng/Rilis]