IST/Proses belajar mengajar di Masjid Nawabi, Madinah.

Pandemi Covid-19 atau Coronavirus Disease 19 telah membawa dampak besar kepada proses pendidikan di seluruh dunia. Hak-hak pendidikan ratusan juta pelajar dan mahasiswa di seluruh negara tak bisa terpenuhi dengan baik dan diprediksi akan terus demikian selama pandemi berlangsung.

Kebijakan di rumah aja menimbulkan kepanikan banyak pihak atas perubahan situasi ekonomi, sosial, politik, termasuk dunia pendidikan. Banyak orang tua yang tidak siap menerima kebijakan pemerintah yang mendadak meliburkan sekolah dan memindahkan proses belajar mengajar di rumah.

Penggunaan teknologi pun belum terlalu banyak menolong. Minimnya penguasaan penggunaan gawai, jaringan internet yang tidak memadai, biaya kuota yang tak terjangkau, dan rendahnya daya beli masyarakat bawah untuk memiliki gedget maupun laptop sendiri adalah sedikit permasalahan dari penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Meski kebijakan “New Normal” telah diluncurkan sejak awal Juni 2020 ini, namun praktisi dunia pendidikan tetap meyakini cara lama dalam belajar mengajar tidak akan bisa lagi menjawab kebutuhan ke depan, sehingga akan terjadi banyak penyesuaian.

Selain itu, di tengah goncangan ekonomi yang membuat banyak rakyat yang jatuh miskin, sekolah-sekolah swasta berkualitas dengan tarif mahal diprediksi akan mulai ditinggalkan.

Akhirnya, sekolah alternatif akan menjadi kebutuhan. Kebutuhan akan sekolah alternatif ini hendaknya ditangkap sebagai peluang oleh pemerintah dengan menjadikan setiap rumah-rumah ibadah sebagai pusat ilmu pengetahuan bagi setiap pria dewasa.

Setiap pria dewasa yang mendapakan ilmu bermanfaat di rumah-rumah ibadah untuk selanjutnya membawa ilmu itu kepada kaum ibu yang ada di rumah-rumah sehingga setiap ayah akan menjadi pembimbing bagi setiap ibu, dan setiap ibu akan menjadi guru bagi anak-anaknya.

Model sekolah seperti itulah model sekolah di zaman Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah model sekolah yang melahirkan perabadan baru nan gilang gemilang dengan merobohkan dua perbadan besar dunia saat itu yang berpusat di Romawi dan Persia dengan waktu yang sangat singkat dan bertahan dengan begitu lama.

Dengan begitu, pemerintah tak perlu ragu lagi mengadopsi model pembalajaran seperti itu. Apalagi sejak imbauan belajar di rumah berlaku, setiap orang tua mulai menyadari pentingnya berperan menjadi pendidik yang baik demi masa depan anak-anak mereka.

Saat ini, setiap orang tengah bersiap dengan perubahan sistem besar-besaran di seluruh sendi kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Dan kita yakin, negeri yang paling berhasil ke depan adalah yang paling mampu menerapkan model pendidikan seperti itu.