Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong- Semester pertama Tahun 2020 yakni dari Januari hingga Juni, jajaran Satreskrim Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu menangani perkara kekerasan perempuan dan anak sebanyak 22 kasus.

Kapolres Rejang Lebong, Polda Bengkulu AKBP Dheny Budhiono melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma mengatakan, dari sebanyak 22 kasus yang ditangani di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) itu didominasi kasus pelanggaran Undang-undang (UU) Pasal No.35/2014, tentang perubahan atas UU No.23/2002, tentang Perlindungan Anak.

“Perkara PPA yang kita tangani sebanyak 22 kasus, dengan rincian 15 kasus perlindungan anak, enam kasus KDRT dan satu kasus pemerkosaan,” kata Andi, Selasa (30/6).

Ditambahkan Kasat, dari 22 kasus yang ditangani, sebanyak 12 kasus diantaranya sudah naik ke penuntut umum, empat kasus dalam proses penyelidikan dan delapan kasus masih dalam proses penyidikan.

Kasus yang terjadi selama enam bulan terakhir itu selain pelaku dewasa juga melibatkan pelaku anak-anak, yang diproses sesuai penanganan perkara anak.

K”yang kami tangani tidak semuanya berakhir di pengadilan, ada tujuh kasus yang diselesaikan dengan cara mediasi antara kedua belah pihak atau berdamai dengan dasar pelakunya masih anak-anak dan bisa dibina,” kata Andi.

Selain melakukan proses hukum, pihaknya juga melakukan pendampingan pemulihan terhadap korban atau Trauma Healing bersama pihak Bapas Curup, kemudian Dinas DP3A PPKB Rejang Lebong hingga pekerja sosial (Peksos).

“Kami mengimbau kepada kalangan orang tua agar memperhatikan dan pengawasi pergaulan anak-anaknya serta memberikan pendidikan agama agar tidak melakukam perbuatan yang merugikan, seperti menggunakan narkoba, pelanggaran IT , pergaulan bebas, miras dan lainnya,” pungkasnya. [Julkifli Sembiring]