Tampak Petugas Kesehatan di Kabupaten Seluma yang melakukan rapid test untuk Personil Polres Seluma (12/5/2020)

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Satu orang pasien dinyatakan reaktif Covid-19 saat menjalani rapid test, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais Kabupaten Seluma senin (1/6/2020). Pasien tersebut kemudian diputuskan untuk menjalani perawatan di RSUD Tais dan diisolasi, selanjutnya 7 orang tenaga kesehatan yang sempat menangani pasien tersebut akhirnya diputuskan untuk mendapat isolasi khusus. Sayangnya 7 orang tenaga kesehatan yang ditetapkan sebagai status ODP tersebut, justru sempat kesulitan mendapatkan tempat isolasi.

Ruang isolasi yang diperkirakan sudah siap digunakan, ternyata belum bisa ditempati para petugas garis depan penanganan Covid-19. Gedung bekas badan Diklat Kabupaten Seluma (Satpol PP) di kelurahan Bunga Mas, ternyata belum siap karena fasilitas yang belum tersedia dan lengkap.

Tempat Isolasi Tak Siap dan Ditolak Hotel

Pihak RSUD Tais kemudian memutuskan untuk mengisolasi ke salah satu hotel di Kabupaten Seluma, namun mereka ditolak oleh pengelola hotel. Ketujuh tenaga kesehatan yang terdiri dari petugas screening, dokter, ners, dan bidan tersebut akhirnya terpaksa dibawa kembali ke RSUD Tais.

“(Malam ini menginap) di gedung baru IGD RSUD Tais” jelas Direktur RSUD Tais, dr. Wiwin Herwini saat dikonfirmasi senin (1/6/2020) malam.

Sementara itu ketujuh tenaga kesehatan tersebut belum dipastikan lokasi isolasi tetapnya, apakah akan tetap di RSUD Tais atau ditempat lain.

“Besok di koordinasi dengan Gugus (Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Seluma” tambahnya.

Tempat isolasi khusus merupakan salah satu komponen penting dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Pemkab Seluma sebelumnya sudah memutuskan untuk menggunakan bekas Gedung Diklat Seluma sebagai tempat isolasi karena sudah tersedia fasilitas seperti kamar, dan sumber air, serta lokasi yang jauh dari rumah warga. (IT2006)