Ilustrasi

Guru adalah seseorang yang digugu dan ditiru. Pahala memuliakan guru adalah surga.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda seperti yang dikutip dalam Lubab al-Hadits oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi, “Barangsiapa memuliakan orang berilmu (guru), maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”.

Diantara adab seorang murid kepada gurunya yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Mengambil ilmu dari guru yang berilmu, beraqidah lurus dan berakhlak mulia.

Memilih seorang guru sangatlah penting karena sangat berpengaruh dalam mewarnai keyakinan, akhlak dan tingkah laku muridnya. Seorang ulama tabi’in Muhammad bin Sirin berkata:

“Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kamu mengambil agama kamu.” ( HR. Muslim ). Artinya, janganlah kamu mengambil ilmu agama dari sembarang orang, kecuali orang yang telah kamu yakini keahlian dan kepantasannya untuk menjadi tempat mengambil ilmu. (Imam al-Munawi, Faidhul Qadîr , 2/545)

2. Menghormati dan memuliakan guru.

Guru adalah orang tua yang harus dihormati dan di muliakan, karena memuliakannya adalah bentuk memuliakan ilmu yang menjadi kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu, sehingga janganlah seperti orang yang tidak mengetahui hak seorang guru. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

Para sahabat adalah sebaik-baik contoh bagaimana seorang penuntut ilmu beradab memuliakan gurunya, sebagaimana sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu ‘anhu berkata,

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara” (HR. Bukhari).

3. Rendah hati dan sopan.

Seorang penuntut ilmu harus rendah hati dan tidak sombong kepada gurunya karena beliau yang telah berjasa besar mengajarkan ilmu dan akhlaq kepadanya. Sikap rendah hati merupakan sebab untuk mendapatkan ilmu. Sebagaimana seorang penyair berkata :

Dan diriwayatkan oleh Al–Imam Baihaqi, Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu mengatakan

“Tawadhulah kalian terhadap orang yang mengajari kalian”. (Al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi : 1/350)

4. Menjaga adab di majalis ilmu dengan bersikap santun.

Majelis Ilmu adalah salah satu teman surga yang harus dimuliakan, sebagaimana Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam bersabda :

Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah. Mereka bertanya,” Apakah taman syurga itu?” Beliau menjawab,” Halaqoh dzikir (majlis Ilmu). [Riwayat At Tirmidzi dan dishahihkan Syeikh Salim bin Ied Al Hilali dalam Shahih Kitabul Adzkar 4/4].

5. Selalu mendoakan dengan kebaikan.

Termasuk orang yang paling berjasa adalah para guru, sehingga dianjurkan untuk membalas kebaikan mereka, salah satunya adalah dengan senantiasa mendoakan kebaikan untuk dunia dan akhirat mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod no. 216).

Itulah beberapa adab dalam memuliakan guru. Semoga kita mendapatkan keberkahan dari ilmu yang telah dipelajari dengan senantisa menjaga adab seorang penuntut ilmu terhadap gurunya. [Suci Kusuma]