Kepala UPTD DP3A&PPKB Provinsi Bengkulu, Ainul Mardiati S. Psi. (Alfi/Pedoman Bengkulu)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3A&PPKB) mulai bernafas lega. Upaya meminimalisirkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, mulai menemui titik terang.

Hal itu terbukti dari data yang terhimpun sejak tahun 2018 hingga 2020. Menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan terhadap kasus kekerasan tersebut.

“Ya, kita bersyukur terhitung sejak 2018 kasus kekerasan perempuan dan anak itu menurun,” kata Kepala UPTD DP3A&PPKB, Ainul Mardiati S. Psi kepada pedomanbengkulu.com Kamis (2/7/2020) siang.

Pada tahun 2018, laporan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak masih termasuk tinggi. Saat itu, DP3A&PPKB menangani sebanyak 33 kasus yang didominasi kekerasan terhadap anak dibawah umur.

“Ini menurun kan angkanya, karena kita gencar melakukan pendampingan dan sosialisasi bersama Aparat Kepolisian,” ungkap Ainul.

Selanjutnya, yaitu tahun 2019 angka kekerasan dalam lingkungan keluarga merosot menjadi 23 kasus. Kemudian, terhitung hingga saat ini bulan Juli tahun 2020 angka tindak kekerasan itu bertengger di angka 11 kasus.

“Kita juga berharap penurunan angka ini tidak lepas dari kontribusi satgas yang aktif. Meskipun, bisa juga karena ada yang tidak melapor,” ungkap Ainul.

Selain itu, Ainul mengungkapkan penurunan yang cukup drastis itu kemungkinan tidak lepas juga dari sokongan aparat penegak hukum. Lantaran, ancaman dari tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan mempersetubuhi anak dibawah umur semakin berat.

“Ancaman buat pelaku KDRT dan persetubuhan, sekarang kan berat. Sehingga membuat para pelaku mungkin mengurangi,” tutup. [Alfi]