Pedomanbengkulu.com, Seluma – Peristiwa warga yang terseret arus di aliran Sungai, Muara, ataupun Laut di Kabupaten Seluma terus terjadi di sepanjang 2020. Hingga bulan Juli, sedikitnya ada 4 kasus warga yang tenggelam, dan menyebabkan korban meninggal dunia. Sejak awal tahun seorang pelajar tewas saat sedang mandi di aliran sungai Jenggalu, kemudian di bulan Ramadhan pelajar juga tewas saat berenang di aliran air terjun kawasan PTPN VII. Selanjutnya seorang nelayan juga meninggal dunia setelah hanyut di kawasan muara pantai Ngalam, hingga terakhir pada senin (20/7/2020) kemarin seorang pelajar meninggal dunia usai terseret arus Bendungan di desa Talang Padang kecamatan Talo Kecil.

Kepala Basarnas Bengkulu, Abdul Malik (26/7/2020) mengimbau masyarakat agar waspada, saat beraktifitas di perairan khususnya saat kondisi cuaca buruk. Pasalnya debit air di sungai kerap tiba tiba berubah sehingga menyebabkan siapa saja yang di sungai terseret arus.

“Kami imbau masyarakat agar mewaspadai cuaca buruk yang datang tiba tiba, sehingga menyebabkan perubahan arus sungai. Kami juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak anak yang bermain di sekitar air, karena sangat berbahaya” jelas Abdul Malik.

Tewasnya pelajar asal Talang Padang pada senin lalu, disebabkan oleh arus air yang datang tiba tiba saat ia bersama adiknya sedang mandi. Air kiriman yang menghantam korban, berasal dari kawasan Ulu Sungai yang baru saja mengalami hujan. [IT2006]