Ilustrasi

Perkembangan Wabah Covid-19 didunia dan Indonesia

Wabah covid-19 di dunia masih mengalami peningkatan. Sejak pertama kali diidentifikasi akhir Desember 2019, kasus-kasus baru Covid-19 masih banyak dilaporkan setiap harinya.

Melansir data dari laman Worldometers, Sabtu (25/7/2020) pagi, jumlah kasus virus corona di dunia adalah sebanyak 15.919.531 (15,9 juta) kasus.

Dari angka tersebut, telah terjadi 641.636 kasus kematian dan 9.696.544 (9,7 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.

Adapun jumlah kasus aktif adalah sebanyak 5.581.351 (5,58 juta) kasus dengan 5.517.117 (5,5 juta) pasien berada dalam kondisi ringan dan 66.234 mengalami kondisi serius.

Hingga kini, jumlah kasus tertinggi masih dicatatkan oleh Amerika Serikat (AS) dengan total kasus lebih dari 4 juta, disusul Brazil, India, Rusia, dan Afrika Selatan.

Kondisi pandemi ini juga masih terus mengalami perkembangan, baik dari jumlah kasus yang dicatatkan maupun penanganan atau kebijakan yang diterapkan di setiap negara.

Terkait hal tersebut, angka kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga Jumat (24/7) masih mengalami kenaikan. Secara kumulatif mencapai 95.418 orang, jumlah ini bertambah 1.761 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Data ini dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan. Dari jumlah kumulatif tersebut, sebanyak 53.945 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 4.665 orang meninggal.

Sementara, kasus sembuh bertambah 1.781 orang dari hari sebelumnya, dan kasus meninggal bertambah 89 orang dari hari sebelumnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya untuk menurunkan kurva Covid-19 pada Mei 2020 dengan cara apapun. Namun, target itu gagal dipenuhi.

Jokowi juga memprediksi puncak Corona di Indonesia terjadi pada Agustus dan September. Perkiraan tersebut mengacu pada jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang saat ini terus melonjak.

Ia kemudian menerbitkan PP Nomor 82 Tahun 2020. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Satuan tugas itu dipimpin Kepala BNPB Doni Monardo yang sebelumnya menjadi leading sector dalam penanganan Covid-19.

Selain pembubaran Gugus Tugas, PP Nomor 82 Tahun 2020 juga menjelaskan soal pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sejumlah pengamat menyebut hal ini bentuk prioritas Pemerintah kepada penanganan ekonomi, ketimbang penanganan kesehatan.

Untuk mengurangi angka kasus Covid-19 ini, masyarakat harus berkerjasama untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah disepakati sebelumnya. [Suci Kusuma]