Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Forum Komunikasi BPD (FK-BPD) kecamatan Bang Haji mengadakan pertemuan rutin guna membahas tunjangan yang diterima BPD tidak sesuai dengan Perbub Nomor 22 Tahun 2019.

Gusyadi, ST selaku ketua forum komunikasi badan permusyawaratan desa (FK-BPD), menerangkan kegiatan pertemuan FK-BPD se-kecamatan Bang Haji pada Minggu pagi (5/7/2020) yang dilaksanakan di balai desa Genting, dalam rangka membahas tugas-tugas dan pungsi BPD serta membahas Perbub nomor 22 tahun 2019 tentang unsur pimpinan BPD.

“Di Bengkulu Tengah, khususnya kecamatan Bang Haji tunjangan BPD belum berdasarkan Perbub terbaru. Yang mana jika BPD terdiri dari 5 orang, honor yang diterima ketua Rp850.000,
wakil ketua Rp675.000, sekretatis Rp605.000, dan kepala bidang pembangunan Rp530.000 serta kepala bidang perberdayaan masyarakat Rp530.000.” terang Gusyadi saat dikonfirmasi PedomanBengkulu.com.

Sementara itu Gusyadi juga menjelaskan selain membahas beberapa point tersebut BPD juga merupakan perwakilan masyarakat desa yang bersangkutan. Berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan secara demokrasi.

“Saya pernah konsultasi ke dinas PMD Benteng, jika BPD terdiri dari 5 orang. Itu ada 2 orang kepala bidang dimana desa – desa dalam kecamatan bang haji belum ada BPD yang 7 orang, jadi secara otomatis tunjangan 2 orang kepala bidang itu besarannya Rp530.000, jika BPD terdiri dari 7 orang maka dalam satu desa itu 2 orang anggota maka besaran tunjangan anggota BPD itu sebesar Rp465.000/bulan. Jumlah BPD sendiri sesuai dengan luas dan banyaknya penduduk desa tersebut. Ada 5, 7, 9 sampai dengan 11 orang anggota BPD per desa.” jelasnya.

Gusyadi juga berharap kedepannya BPD bisa benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya. “Karena peranan BPD itu adalah sebagai fungsi pemerintahan desa, dimana jika BPD bisa bersinergi dengan baik dengan pemerintah desa maka kemajuan desa akan cepat terwujud.” pungkasnya. [Hendri Suwi]