Kasat Reskrim Andi Kadesma.

PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pasangan Calon Perseorangan Syamsul-Hendra (SaHe) Ditetapkan Penyidik Polres Rejang Lebong sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencutatan KTP dan pemalsuan tanda tangan berkas dukungan calon perseorangan. Penetapan tersangka paslon SaHe ini dibenarkan Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dheny Budhiono melalui Kasat Reskrim AKP Andi Kadesma.

“Sebelumnya kita telah menerima 8 berkas laporan yang dilimpahkan dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan Penyelidikan dan penyidikan akhirnya kita menetapkan tersangka. Debgan telah ditetapkanya tersangka ini maka kita akan melakukan pemanggilan untuk proses lebih lanjut, ” kata Andi.

Terpisah Kuasa Hukum Paslon SAHE, Tarmizi Gumay mengatakan, saat ini dirinya telah menyerahkan surat kuasa khusus (SKK) ke Pengadilan Negeri (PN) Curup untuk didaftarkan.

“Kita akan melakukan pra peradilan, tadi surat kuasanya telah saya daftarkan ke Pengadilan,” kata Tarmizi, Senin (20/7/2020).

Ditambahkan Tarmizi, pihak paslon mengajukan Pra peradilan terhadap penetapan tersangka Paslon SAHE tersebut karena pihaknya menilai perkara yang terjadi merupakan bukan pidana umum, melainkan pidana khusus atau Lex Specialis.

“Ini pidana Lex Specialis, bukan pidana umum. Sedangkan polisi menetapkan pidana umum, mestinya kan ada proses di verifikasi dulu, di Gakumdu dulu, sedangkan di surat penetapan itu tidak ada proses-proses itu. Proses pra peradilan sendiri akan diajukan Selasa (21/7) besok ke Pengadilan Negeri Klas IB Curup,” Kata Tarmizi.

Sementara itu, Humas Pengadilan Klas IB Curup, Riswan Herafiansyah membenarkan jika Pengadilan Negeri Curup telah menerima surat kuasa atas nama Achmad Tarmizi Gumay dan Partners yang diberi kuasa oleh Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah.

“Pengadilan Negeri Klas IB Curup menerima surat kuasa atas nama Achmad Tarmizi Gumay dan Partners, tetapi kami belum tahu surat kuasa itu untuk apa,” singkatnya. [Julkifli Sembiring]