PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sudah lebih dari dua pekan usai tetangkapnya tiga orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Bengkulu. Namun sayang, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) yaitu Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah selaku atasannya masih enggan melakukan klarifikasi.

Malah, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov, Hamka Sabri. Gubernur yang hendak maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember mendatang, hanya bisa membantah dugaan Pemungutan Liar (Pungli) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 tersebut.

“Tidak ada OTT, kan sudah diklarifikasi,” cetus Hamka singkat, Rabu (15/7/2020).

Berbeda dengan Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno yang mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus terhadap dugaan pungli tersebut. Bahkan, pria bertubuh ramping membenarkan bahwa kepolisian telah melakukan OTT terkait Pungli tersebut.

“Iya benar, saat ini penyidik sedang mendalami kasus terkait dugaan tersebut,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Bengkulu melakukan OTT Pungli terhadap tiga oknum ASN. Diduga penangkapan itu dilakukan saat oknum dan pihak terkait tengah melakukan transaksi.

Ketiga oknum itu, bukan lain ASN yang bernaung di Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Dikbud) Provinsi Bengkulu. Namun, pihak kepolisian yang melakukan penangkapan masih enggan membeberkan mengenai jumlah uang dalam OTT. [Alfi]