Koki Agung At-Taqwa, Aguslani dan istrinya (kedua dan ketiga dari kanan) saat melangsungkan pernikahan di masjid kebanggaan warga Kota Bengkulu tersebut, Ahad (12/7/2020).

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Hallo, kawanmuda. Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT sehingga dipertemukan lagi hari ini.

Maha besar Allah yang memberikan hikmah dalam perjalanan hijrah umatnya. Sesuai janjinya dalam Al-quran, Allah akan memberikan hadiah bagi umatnya yang melakukan perjalanan menuju surganya.

Salah satu caranya, dengan meninggalkan kesenangan dunia yang bersifat sementara dan mengorbankan waktu di dunia untuk beristiqomah dijalannya. Yakin, Allah pasti memberikan hadiah untuk kalian yang hijrah.

Buktinya sudah ada loh, kawanmuda. Dengan izinnya juga, hadiah yang Allah berikan malah ia sempurnakan lagi dengan pernikahan di Masjid Agung At-taqwa Kota Bengkulu.

Aguslani (42), juru masak yang terkenal seantero Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bengkulu telah mengecap nikmatnya perjalanan dalam berhijrah. Berkat istiqomah yang dijalani, ia dihadiahi seorang istri yang cantik.

“Hadiah yang dititipkan Allah,” cetus Agus.

Ops, entar dulu. Masih mau ngikutin cerita perjalanan hijrah Agus Sali lebih jauh ya? He, he, he. Ok deh, Begini kisahnya.

Berawal dari tahun 2018 lalu, Agus yang berjumpa teman lama, Muhaimin (35) bercerita problem yang dihadapinya. Perjumpaan itu, tanpa ada rencana sedikitpun. Mungkin, dikarenakan Allah yang berkehendak.

Ia kesulitan hingga tidak bisa memejamkan mata untuk tertidur, baik pagi, siang maupun malam hari. Itu, sudah berlangsung tiga bulan lamanya.

Entah kehidupan seperti apa yang ia hadapi, sehingga membuatnya menghadapi cobaan tersebut. Prihatin terhadap teman yang sudah seperti saudaranya itu, lantas Muhaimin menganjurkan Agus untuk mengikuti program hijrah di Masjid At-taqwa.

“Awalnya dia ikut program keluar 3 hari,” kata Muhaimin.

Setelah mengikuti program hijrah 72 jam itu, akhirnya keresahan Agus terbayar lunas. Mata yang semula enggan untuk tertidur, terpejam dan membawanya ke alam mimpi sesaat ketika sedang mendengarkan taklim ba’da Ashar dikala itu.

Entah mimpi seperti apa yang dijalaninya dalam tidur sesaat itu. Jelasnya, pejaman mata pertama yang dirindukannya sudah hampir tiga bulan merubah semua hal tentang hidupnya.

Dengan penuh keteguhan dan kepercayaan, tekadnya semakin kuat menyelesaikan program hijrah tersebut. Bahkan, sesudah menyelesaikan program hijrah tiga hari Agus yang ingin mengukuhkan imannya. Kembali, menjalani program dakwah selama 40 hari.

Hingga sekarang, sudah menginjak tahun ketiga. Ia mendestinasikan hidupnya untuk jalan Allah. Dan alhamdulillah, berkat istiqomah khusuk yang ia jalani Allah kirimkan seorang istri yang menjadi penyempurna perjalanannya.

Bidadari penyempurna kehidupan yang dihadiahkan Allah bukan lain, wanita yang ia nikahi di Masjid Agung At-taqwa pada Minggu (12/7/2020) 09.45 WIB. Menyenangkannya lagi, orang yang menjadi saksi pihak keluarga mempelainya itu ialah Wakil Walikota Bengkulu, Dedi Wahyudi. (Alfi)

Demikian cerita perjalanan hijrah yang dapat disajikan, semoga bisa menjadi manfaat bagi kita semua. Setidaknya, mengingatkan kita bahwa tiada yang berkuasa di Dunia selain Allah subhanahu wa ta’ala.

Akhir kalam, Wassalmualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.