PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah atau tahun 2020 Masehi, masih sekitar delapan belas hari lagi. Namun, sebagian besar harga-harga kebutuhan pangan sudah mulai bergejolak naik turun.

Seperti harga daging ayam potong atau ayam negeri di Pasar Minggu Bengkulu. Setelah sempat meroket hingga menyentuh angka jual Rp 36 ribu per-kilogram, mulai menurun menjadi Rp 30 ribu.

“Kalau sekarang harga ayam mulai turun,” kata seorang pedagang ayam potong, Boy (30) pada Senin (13/7/2020) pagi.

Penurunan harga ayam potong, sudah berlangsung sekitar dua hari yang lalu. Namun, belum dapat diprediksi harga itu akan bertahan, menurun atau kembali naik saat mendekati lebaran haji mendatang.

“Nah, jika itu kita tidak bisa memastikan apakah akan naik lagi atau malah turun lagi,” ungkap Boy.

Berbeda dengan daging ayam potong, harga daging sapi/kerbau di pasar minggu tidak mengalami pergerakan sedikitpun. Harga daging hewan tersebut, masih berada dikisaran Rp 120 ribu per-kilogram.

“Sampai sekarang, harganya masih normal-normal saja,” kata seorang penjual daging sapi/kerbau, Deni (30).

Kendati demikian, terdapat kesamaan yang dialami penjual daging ayam potong dan daging sapi dalam menjajahkan dagangannya. Yaitu, akibat pandemi covid-19/corona daya beli kedua daging sangat lemah dibanding tahun sebelumnya, 2019 lalu.

“Tahun lalu, saat-saat seperti sekarang ini pembeli sudah mulai rame. Tapi, tahun ini, sedikit berkurang,” ujar Boy.

Senada, penjual daging sapi mengatakan, daya beli daging sapi saat mendekati idul adha tahun 2019 terkesan normal, bahkan kerap meningkat. Meskipun sedikit. Berbeda dengan tahun 2020 ini, daya beli masyarakat terkesan turun setiap harinya.

“Walaupun mau mendekati idul adha, penjualan normal-normal saja. Malah sedikit meningkat. Tahun ini, sangat kurang malah menurun terus,” tutup Deni. [Alfi]