Ilmuwan Jepang Ungkap Bahaya Mengunyah Makanan Terlalu Cepat.

Bagi umat islam, ada anjuran untuk makan dengan perlahan dan mengunyah lebih lama.Dianjurkan setidaknya mengunyah makanan hingga 33 kali sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad.

Hal tersebut dipercaya baik bagi tubuh, banyak ahli juga meyakininya, bahwa mengunyah makanan lebih lama diyakini membuat tubuh lebih mudah menyerap makanan dan memberikan manfaat kesehatan lainnya. Namun, selama ini belum ada yang memberikan pembuktian terbalik terkait anjuran tersebut.

Mengunyah makanan perlahan diyakini baik untuk tubuh, lantas bagaimana kalau kita makan tanpa mengunyah dengan benar atau makan dengan tergesa-gesa?

Berdasarkan penelitian terbaru, seperti dilansir dari sciencealert.com, sebuah penelitian mengungkap dampak akibat mengunyah makanan terlalu cepat terhadap tubuh. Penelitian tersebut telah dipublikasikan di salah satu pertemuan American Scientific.

Takayuki Yamaji, ahli jantung dari Hiroshima University di Jepang yang merupakan penulis utama penelitian tersebut menjelaskan bahwa ketika orang makan dengan cepat, maka akan cenderung membuat tubuh tidak merasa kenyang dan cenderung makan lebih banyak.

Akibatnya, yang dampak yang paling cepat dirasakan adalah terjadi pertambahan berat badan, dan yang paling buruk adalah penyakit jantung dan sindrom metabolik, yakni risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Ketika seseorang makan terlalu cepat, katanya lagi, maka perut tidak punya cukup waktu untuk memberikan respon bahwa isinya sudah penuh, sehingga kita akan berpikir untuk makan lebih banyak dari seharusnya dan akhirnya merusak metabolisme tubuh. [Ricky]