PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Seperti diberitakan sebelumnya Iptu Maulana Mantan Kapolsek Batik Nau Bengkulu Utara menjalani sidang vonis atas kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pada sidang putusan beberapa waktu lalu, Iptu Maulana selaku terdakwa dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu karena menurut Hakim terbukti bersalah dan melakukan KDRT terhadap istrinya.

Diketahui, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bengkulu Muhammad Anthoni saat diwawancarai, Jumat (3/7/2020) menyatakan banding atas putusan Majelis Hakim tersebut karena diketahui pihak terdakwa juga mengajukan banding atas putusan itu.

“Kita banding atas putusan majelis hakim, banding yang kita ajukan tetap pada tuntutan yang kita sampaikan sebelumnya yaitu dengan hukuman 3 tahun penjara,” jelas Muhammad Anthoni.

Seperti dilansir sebelumnya, kasus dugaan KDRT tersebut terjadi pada April 2018 hingga Januari 2019. KDRT tersebut terjadi di asrama Polsek Maje, Kabupaten Kaur dan asrama Polsek Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara.

Selain itu ada juga penganiyaan yang dilakukan di Kota Bengkulu yakni Jalan Pantai Berkas. KDRT yang dilakukan terdakwa dengan melakukan pemukulan terhadap istrinya sehingga mengakibatkan cacat tetap dan trauma psikis korban hingga kini. [Anto]