Tampak kursi di ruang rapat Sekretariat Dewan kosong

PedomanBengkulu.com, Seluma – Kegiatan Dinas Luar (DL) daerah yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Seluma, masih berlanjut meski saat ini masih berada di tengah pandemi Covid-19. Dari pantauan di Sekretariat DPRD, kegiatan yang dilaksanakan dewan hanya dihadiri dua anggota saja.

Kegiatan tersebut yakni rapat bersama Pemkab Seluma, terkait permasalahan pergeseran tapal batas Seluma dengan Bengkulu Selatan, yang menyebabkan berkurangnya wilayah Seluma,(29/7/2020). Rapat tersebut hanya dihadiri dua anggota dewan, yakni Ulil Umidi yang merupakan Wakil Ketua II dan Yozi Aritonang. Sementara itu kursi di ruang rapat sekretariat tersebut tampak kosong, meski pihak sekretariat sudah menyiapkan makanan di meja.

Kegiatan dinas luar daerah tersebut mendapat kritik dari masyarakat. Salah satu warga dan juga tokoh masyarakat Seluma, Indra Nasution menyebut, kegiatan dinas luar daerah di tengah pandemi Covid-19 belum terlalu mendesak.

“Kalau saya sebagai masyarakat dan juga ikut berpartisipasi dalam pemekaran Seluma ini, sangat menyayangkan. Apalagi saat ini di Seluma ini ada yang meninggal, ada yang kena (Covid-19), dewan ini seharusnya jangan dulu DL. Memang betul DL itu untuk kepentingan masyarakat dan daerah, tetapi untuk saat pandemi ini janganlah dulu melakukan DL” jelas pria yang kerap disapa Ikin tersebut.

Indra berpendapat anggaran untuk dinas luar daerah sebaiknya digunakan untuk kepentingan lain, yang lebih mendesak khususnya membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Anggaran dinas luar itukan informasinya sampai lima miliar, itukan bukan sedikit. Jadi kalau (diberikan untuk bantuan) itu masyarakat sangat terbantu. Kalau pangan masyarakat Seluma ini sebagian besar petani, masih aman, tetapi kalau ekonomi sangat kurang, harga karet dan harga sawit tidak setimpal” jelas Indra.

Indra berharap kedepan dewan Seluma dapat terus bekerja dengan baik, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Khususnya membantu masyarakat menghadapi berbagai dampak Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. [IT2006]