PedomanBengkulu.com, Seluma – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma sebelumnya sudah memberhentikan 22 kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pemberhentian ini dilakukan dalam rangka peralihan status jabatan Kepala Puskesmas, dari sebelumnnya struktural menjadi fungsional. Pemberhentian tersebut berdasarkan Permenkes nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Asisten I Setda Kabupaten Seluma, Mirin Ajib (27/7/2020) mengatakan, mantan kepala Puskesmas sebelumnya berpeluang kembali diangkat menjadi kepala Puskesmas, namun juga bisa tidak diangkat kembali jika tidak memenuhi syarat. Ini karena salah satu syarat menjabat Kepala Puskesmas adalah Dokter Umum ataupun Dokter Gigi.

“Peraturannya sudah lama dikeluarkan tetapi petunjuk baru kami terima dari Kemenkes, saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu” jelas Mirin Ajib.

Petunjuk dari Pemerintah Provinsi diperlukan untuk mekanisme pengisian jabatan, karena saat ini Seluma masih mengalami kekurangan dokter.

“Kami menunggu arahan dari Provinsi apakah bisa jabatan tersebut diisi oleh dokter yang ada di RSUD Tais, karena saat ini Seluma masih kekurangan dokter” jelasnya.

Adapun saat ini seluruh mantan Kepala Puskesmas sudah mengurus kembali ke Pemkab Seluma, untuk kembali diangkat menjadi Kepala Puskesmas dengan status jabatan fungsional. [IT2006]