PedomanBengkulu.com Rejang Lebong – Kejaksaan Negri Rejang Lebong bakal mengembalikan berkas perkara dugaan pemalsuan surat dukukan Samsul Efendi – Hendra Wahyudiansayah kepada Penyidik Polres Rejang Lebong. Disampaikan Kepala Kejaksaan Negri RL Conny Tonggo Masdelima, dari hasil pemeriksaan berkas yang dilakukan pihaknya masih ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi Penyidik salah satunya keterangan tersangka yang belum termuat dalam BAP.

“Rencananya (Kamis 30/7) berkas perkara akan kita kembalikan kepenyidik untuk melengkapi beberapa kekurangan yang kita temukan, salah satunya belum adanya keterangan dari tersangka,” kata Kajari, Selasa (27/7/2020).

Ditambahkan Kajari, pihaknya masih memiliki waktu satu hari lagi untuk mencermati berkas perkara yang telah dilimpahkan penyidik polres. Setelah dikembalikan ke Peyidik maka ada waktu tiga hari bagi Penyidik Polres untuk melengkapi kekurangan dalam BAP.

“Kita sudah membuat petunjuk apa saja yang kurang dalam berkas perkara tersebut, waktu untuk melengkapi BAP tersebut ada 3 hari, kalau belum dilengkapi maka kita belum bisa menerimanya kembali. Dilanjutkan atau tidak kasus ini ke Pengadilan tergantung dari pihak kepolisian,” kata Kajari.

Terpisah, menjelang pelaksanaan sidang perdana praperadilan yang diajukan kuasa hukum SaHe, pihak Pengadilan Negeri Klas IB Curup telah melakukan persiapan sidang praperadilan.

“Besok merupakan sidang perdana praperadilan, dengan agenda jawab jinawab dan akan kita laksanakan di ruang sidang satu,” kata Hakim Juru Bicara/ Humas Pengadian Negeri Klas IB Curup, Riswan Herafiansyah.

Ditambahkan Riswan, sidang praperadilan itu akan digelar terbuka untuk umum, kendati demikian pihaknya akan membatasi jumlah orang yang masuk ruang sidang, tujuannya untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni menjaga jarak.

“Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita juga sudah meminta pengamananan ke Polres Rejang Lebong, namun kita berharap sidang praperadilan ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya. [Julkifli Sembiring]