Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Utara- Terkait dengan adanya laporan tentang dua media siber yang dinilai Febri Yudirman selaku Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Utara, bahwa pemberitaan yang dibuat merupakan fitnah, serta ujaran kebencian. Dimana isi berita tendensius dan membuat pembaca untuk membenci dirinya.

Menyikapi hal tersebut, Wibowo Susilo selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu menjelaskan, hal tersebut adalah wajar, karena warga Indonesia mempunyai hak untuk melapor kepada pihak berwajib. Dirinya berpendapat jika media online/siber tersebut berbadan hukum maka harus mematuhi Undang-Undang (UU) Pers.

“Kami sebenarnya tidak terlibat tapi sekadar berpendapat aja. Kalo dia media online ya harus patuh UU Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS),” jelas Wibowo Susilo, Minggu (12/7/2020).

Lanjut Wibowo, perusahaan Pers juga harus menyertakan nama penanggung jawab dan alamat perusahaan harus lengkap. Namun apabila situs online tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagaimana UU Pers, resiko dari kontennya merupakan tanggung jawab pribadi dan biasanya dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU IT) sebab bukan karya jurnalistik sebagaimana disebut dalam UU Pers.

“Polisi akan memeriksa terlebih dahulu setiap laporan pengaduan yang masuk, nanti akan ditentukan apakah ini masuk delik pers atau delik UU ITE. Kan masih penyelidikan, belum penyidikan. Kalo masuk delik pers, akan dimintai keterangan ahli dewan pers dulu nanti,” pungkasnya. [Sugeng]