Secara ilmiah, minum kopi dengan cara yang benar terkait dengan usia yang lebih panjang (Foto: dreamstime.com)

Kopi merupakan minuman yang paling banyak dinikmati saat ini dan dibudidayakan lebih dari 50 negara. Selain karena memang nikmat, orang-orang minum kopi untuk mengambil manfaatnya, yang utama adalah mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan konsentrasi.

Konsumsi kopi telah lama diyakini bermanfaat baik bagi kesehatan bahkan terkait dengan usia yang lebih panjang meski belum ada penjelasan ilmiah mengenai sebab akibatnya. Tapi penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ baru-baru ini berhasil menjelaskannya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti dilansir dari laman sciencedaily.com.

1. Minum 3-4 cangkir kopi sehari
Penelitian tersebut mengungkapkan untuk mendapatkan manfaat dikaitkan dengan umur panjang adalah dengan minum 3 hingga 4 cangkir kopi dalam sehari.

2. Ibu hamil jangan minum kopi
Asupan kopi pada wanita hamil dan wanita yang berisiko patah tulang justru tidak disarankan minum kopi dan berbahaya jika minum kopi karena meningkatkan risiko patah tulang.

3. Kopi olahan justru tidak baik
Sejumlah efek negatif yang dikabarkan muncul karena minum kopi ternyata salah satu penyebabnya adalah kopi olahan. Kopi dengan kandungan lemak tidak sehat dan justru tidak memberikan manfaat kesehatan.

4. Kurangi konsumsi kopi dengan gula berlebih
Peneliti menjelaskan dampak negatif lainnya dari minum kopi justru bukan dari konsumsi kopinya, faktor lainnya adalah campuran gula berlebih saat minum kopi. Peneliti menyarankan minum kopi dengan lebih sedikit gula atau tanpa gula.

5. Kopi tanpa kafein tidak berkhasiat
Banyak klaim menyebutkan kopi tanpa kafein lebih aman dikonsumsi, meski tidak ada bukti ilmiah kopi dengan kafein tidak aman konsumsi. Namun yang jelas, manfaat yang didapatkan dari kopi ternyata tidak dikonfirmasi dari kopi tanpa kafein.

Itulah yang harus diperhatikan untuk mendapatkan manfaat dari kopi terkait dengan usia yang lebih panjang. Penelitian tersebut telah dibuktikan lebih dari 200 penelitian yang telah ditinjau ulang secara klinis di banyak negara dan metode. [Ricky]