Idul Adha merupakan hari raya bagi umat Islam yang erat kaitannya dengan ibadah haji dan qurban. Selain kegiatan ibadah yang dilakukan di bulan Dzulhijah, hari raya ini juga menyimpan beragam hikmah dan keutamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut lima hikmah Idul Adha yang dilansir dari beberapa sumber yakni.

Meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS

Dalam surah Al-Hajj ayat 37, Allah berfirman bahwa pahala berqurban akan sampai kepada-Nya melalui ketakwaan. Hikmah ini dapat disimpulkan dari sejarah qurban sendiri, ketika Nabi Ibrahim AS membuktikan ketakwaannya kepada Allah.

Bersama putra yang amat dicintainya, Nabi Ibrahim berserah diri untuk melakukan apa yang telah Allah perintahkan. Allah pun membalas ketakwaan keduanya dengan pahala besar dan derajat yang tinggi. Dari sejarah tersebut, umat Islam sudah sepantasnya meneladani ketakwaan para nabi dan rasul terdahulu, terutama kisah Nabi Ibrahim yang menjadi alasan turunnya perintah berqurban.

Meningkatkan kualitas diri

Haji dan qurban yang termasuk dalam cakupan ibadah Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi sebuah usaha peningkatan kualitas diri. Jika dijalankan dengan ikhlas dan landasan takwa yang kuat, ibadah tersebut dapat menguatkan kesadaran, pengendalian, serta pengelolaan diri seorang muslim.Aktivitas berqurban, khususnya, dapat meneguhkan empati bagi muslim yang menjalankannya. Peningkatan kualitas diri melalui ibadah-ibadah ini juga bisa membentuk akhlak terpuji yang harus dimiliki oleh umat Islam tanpa kecuali.

Menjadi sumber motivasi untuk peningkatan taraf hidup

Selain dapat meningkatkan kualitas diri, hikmah Idul Adha juga bisa memotivasi setiap muslim untuk meningkatkan taraf hidupnya. Seorang muslim yang ingin menyempurnakan ibadahnya dengan berqurban tentu akan termotivasi. Mereka akan senantiasa berusaha dan bekerja keras agar dapat menunaikan ibadah ini.

Menumbuhkan kepedulian sosial

Qurban bisa pula dijadikan sebagai sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, termasuk empati dan toleransi. Perintah berqurban pada dasarnya adalah suatu pengingat bagi muslim yang sudah mampu untuk membantu muslim lain yang kurang beruntung.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang lalu dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”

Menjadi salah satu cara membahagiakan sesama

Sebagai ibadah utama dalam momentum Hari Raya Idul Adha, menyembelih hewan qurban ternyata juga bisa menjadi suatu sumber kebahagiaan bagi sesama saudara Muslim, terutama kaum duafa. Seperti disebutkan dalam Alquran dan hadis, berbagi kebahagiaan terhadap sesama merupakan perilaku terpuji yang telah diserukan bagi seluruh pemeluk agama Islam.

Itulah beberapa hikmah dari berqurban sebagai penyempurna seluruh ibadah lain. Karena itu, berqurban sangat dianjurkan bagi mereka yang sudah mampu. Allah pun menjanjikan rezeki yang berlipat ganda serta pahala yang tak terhitung bagi mereka yang menjalankan ibadah ini dengan ikhlas. [Suci Kusuma]