PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tahapan Pencocokan dan Penelitian (coklit) data pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Desember 2020 mendatang, telah memasuki pekan kedua.

Sayangnya, seakan buta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu tidak mengetahui tekhnis pembagian honor Petugas Pemutakhir Data Pemilih (PPDP).

Sepintas, hal tersebut terdengar janggal ditelinga masyarakat. Khususnya, ditelinga 4.341 PPDP di Provinsi Bengkulu.

Kendati demikian, hal itu terbeberkan secara frontal oleh bibir Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra. Secara tekhnis pihaknya tidak memahami, bagaimana pembagian honor ribuan PPDP tersebut.

“Karena itu KPU Kabupaten dan Kota yang melakukan pembayaran,” ucapnya kepada pedomanbengkulu.com, Rabu (29/7/2020).

Dalih itu, memang seolah lemparan batu untuk menyembunyikan suatu hal yang dianggap rahasia internal. Lataran itu, pria berkulit putih enggan terlalu banyak bicara seputar hal tersebut.

“Tergantung mereka seperti apa tekhisnya, apakah melalui transfer atau ada yang langsung,” kata Irwan.

Namun, satu hal yang dapat dipastikan bahwa PPDP yang melaksanakan tahapan Coklit, wajib melengkapi diri dengan protokol kesehatan arahan pemerintah. Sebab, tahapan coklit berlangsung ditengah pandemi covid-19/corona.

“Penyelenggara kita wajib memenuhi protokol kesehatan. Untuk pencegahan covid-19 ini,” tutup Irwan. [Alfi]