PedomanBengkulu.com Bengkulu Tengah – Sangat Miris, Desa Paku Haji kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah terisolir. Jembatan gantung dan jalan menuju desa rusak berat dan belum ada tindakan perbaikan sampai saat ini.

Jembatan gantung yang digunakan masyarakat desa Paku Haji dalam beraktivitas dan sebagai akses jalan perekonomian masyarakat desa yang amruk akibat banjir bandang tahun lalu, sampai saat ini belum ada perbaikan. Asri Junianto kepala Desa Paku Haji menjelaskan selain jembatan gantung yang rusak berat, terjadi abrasi jalan menuju desa dan mengakibatkan jalan hampir terputus total. Dan sampai saat ini belum ada tindakan perbaikan baik dari pemerintah ataupun dari perusahaan PLTA Musi.

“Desa kita dikelilingi aliran sungai. Jalan masuk yakni ke desa aliran sungai Musi sedangkan di belakang desa sungai Ikis. Untuk jalan masuk desa, jalan longsor terkena abrasi dan untuk jembantan gantung hancur karena banjir bandang tahun lalu” terang
Asri Junianto Kades Paku Haji Kamis, (02/07/2020)

Warga yang kesehariannya menggunakan jembatan gantung sangat mengeluhkan kondisi jembatan yang rusak berat sampai saat ini belum di perbaiki. Muslim (46) warga desa Paku Haji yang kesehariannya sebagi petani menjelaskan, setiap hari mengunakan jembatan sebagai akses menujuh kebun dan ladang serta mengangkut hasil pertanian dengan melewati jembatan dengan kondisi yang sangat miris.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah dapat membangun kembali jembatan. Sebat ini satu-satunya jalan kami menuju kebun dan ladang kami warga desa Paku Haji” jelas Muslim.

Muslim juga menuturkan, bukan hanya dia yang mengeluh akses jembatan tersebut. Namun masyarakat lain juga demikian, karena tidak sedikit warga yang menjadikan jembatan tersebut sebagai roda perekonomian.

“Kami mengangkut hasil pertanian dengan memikul. Dan di jembatan hanya ada sebatng kayu yang menjadi akses kami. Dari sana tidak jarang masyarakat ada yang terjatuh ke sungai dengan bebann yang berat,” terangnya. [Hendri Suwi]