Ilustrasi kuliah tatap muka (foto: Boombastis.com).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, Universitas Bengkulu memastikan siap untuk menjalankan tatanan kenormalan baru atau new normal dalam penyelenggaraan kampus selama masa pandemi. Seluruh kegiatan akademik akan dilakukan secara daring, namun pihak kampus memperbolehkan jika ada dosen yang ingin mengadakan ujian tatap muka.

“Jika ada dosen yang ingin mengadakan ujian tatap muka, kita bolehkan. Tapi harus sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” kata Alimansyah, Pejabat Pengelolah Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Bengkulu, Rabu (15/7/2020).

Ia menjelaskan, dalam hal ada dosen yang ingin menggelar ujian tatap muka, ruangan yang akan digunakan harus diatur sedemikian rupa agar mahasiswa tidak berkerumun dan saling bersentuhan.

Antar kursi wajib diberi jarak 1,5 meter. Kemudian semua yang masuk ke ruangan harus mengenakan masker, sebelum masuk gedung perkuliahan harus di cek suhu tubuhnya dengan menggunakan thermo gun dan mencuci tangan dengan sabun atau membilasnya dengan hand sanitizer.

Namun demikian, katanya, kebijakan tersebut tidak direkomendasikan untuk dosen yang usianya di atas 45 tahun karena dianggap termasuk kelompok rentan.

“Dosen yang usianya lebih dari 45 tahun kita minta untuk sepenuhnya Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Semua proses belajar mengajar dari rumah saja, termasuk ujiannya sebaiknya daring saja,” katanya.

Selain itu, kegiatan akademik lainnya yang masih diperbolehkan dilakukan di kampus adalah kegiatan penelitian. Hal itu dikarenakan fasilitas penelitian yang mungkin hanya ada di laboratorium di kampus.

Selebihnya, seluruh kegiatan akademik akan dilakukan dari rumah. Semua dosen tetap diminta untuk tidak perlu datang ke kampus dan menggelar perkuliahan tatap muka.

“Sesuai edaran rektor, semua dosen boleh kerja dari rumah kecuali pejabat. Itupun jam kerjanya dibatasi hanya sampai jam 1 siang,” jelasnya.

Secara umum, lanjutnya, kebijakan di Universitas Bengkulu adalah turunan dari kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kemendikbud.

Metode perkuliahan daring, menurutnya, juga cukup efektif diberlakukan untuk setingkat mahasiswa karena fasilitas yang sudah memadai sehingga kondisi pandemi tidak menjadi kendala untuk melanjutkan proses perkuliahan.

“Setelah satu semester ini kita akan evaluasi lagi. Bisa jadi di tahun ajaran berikutnya ada kebijakan baru,” ujarnya. [Ricky]