Usin Abdisyah P Sembiring

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Lagi dan lagi. Seolah tiada henti oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) mencoreng nama baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.

Tak tanggung-tanggung. Kali ini, tiga orang ASN Pemprov Bengkulu dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Diduga OTT yang dilakukan Polda Bengkulu terkait indikasi pemungutan liar (pungli), terhadap penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah P Sembiring SH memberi kecaman keras. Pasalnya, kegiatan pungli dalam dunia pendidikan dianggap coreng hitam bagi dunia pendidikan.

“Pungli-pungli seperti itu memang harus dibersihkan. Karena itu merusak citra dunia pendidikan Provinsi Bengkulu,” ucap Usin, dengan nada tegas pada Rabu (1/7/2020) menjelang siang.

Lanjut Usin, secara pribadi ia sangat mendukung aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan pungli tersebut. Sebab, hal itu merupakan usaha dalam melanggar aturan yang merusak moral bangsa.

“Jadi, aparat penegak hukum sikat itu semua, bersihkan. Karena itu ada upaya pelanggaran terhadap aturan,” ungkapnya.

Selain itu, Anggota Dewan Fraksi Hanura menyarankan agar pejabat pengendali kebijakan tetap konsisten dalam menerapkan aturan. Bukan malah memanfaatkan, kelemahan dalam penerapan aturan yang telah ditetapkan.

“Kalau memang terapkan sistem zonasi, terapkan secara benar. Jika menerapkan sistem prestasi, terapkan sistemnya juga dengan benar,” tutup Usin. [Alfi]