PedomaBengkulu.com, Bengkulu – Sebanyak 1.300 penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu melakukan rapid tes secara serentak guna mengenali penyebaran corona virus (Covid-19) sejak dini. Rapid tes ini disusul dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Kota (Pemkot) bersama KPU, di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD), Senin (6/7/2020).

Dikatakan oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan dalam kata sambutannya penandatanganan bersama ini guna mewujudkan pemilihan umum (Pemilu) berjalan dengan baik terhindar dari covid-19.

“Ini kerjasama yang baik karena kita ingin memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya pilkada Gubernur khususnya di Kota Bengkulu. Maka dalam menangani pemkot dan KPU serta Bawaslu menandatangani kerjasama untuk memastikan penyelenggara mulai dari KPU sampai di tingkat bawah terbebas dan aman dari Covid-19,” ungkap Helmi.

Rapid test bagi seluruh penyelenggara ini akan berlangsung selama empat hari berturut-turut mulai tanggal 6 hingga 10 Juli 2020 di RSHD.

“Ini dilakukan selama empat hari, dan ini semua guna persiapan Pilgub menjadi salah satu program penting bagi keberlangsungan program-program pro rakyat ke depannya,” singkat helmi.

Ketua KPU Kota Bengkulu Martawansyah mengatakan penandatanganan kerjasama ini merupakam MoU pertama di Indonesia.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pemkot Bengkulu dan stakeholder yang lain yang telah mendukung dengan baik. Setelah selesai melakukan rapid tes kami 793 petugas akan segera melakukan pemutakhiran data pencocokan penelitian, masyarakat mohon memberikan dukungan data yang sebenarnya,” ujar Martawansyah. [Soprian]