PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2020 mendatang tetap akan digelar di tengah wabah virus corona (Covid-19). Begitu juga HAN di Provinsi Bengkulu diperingati pada hari ini (21/7/2020) di The Madelin Hotel Bengkulu.

Saat kata sambutan Gubernur Bengkulu, yang diwakilkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, HAN Provinsi Bengkulu 2020 bertepatan pada hari ini dengan mengusung tema ‘Anak Terlindungi Indonesia Maju’.

“HAN tahun ini kita harus melindungi anak-anak dan ini semua merupakan amanat institusi negara dan harus didukung dengan maksimal” ungkapnya.

Dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani, sebagai penyelenggaraan, mengangkat tema HAN kali ini ‘Anak Terlindungi Indonesia Maju’.

“Dengan mengangkat tema tersebut perwakilan anak-anak se-provinsi Bengkulu memberikan suara terbuka dengan 12 poin” ungkapnya. [Soprian]

Adapun poin-poin yang disampaikan untuk pemerintah Provinsi Bengkulu adalah sebagai berikut:

Pertama, memohon kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan anak Bengkulu untuk berpartisipasi dalam musrenbang dan berharap kepada pemerintah menetapkan regulasi terkait musrenbang anak tingkat daerah agar anak dapat merealisasikan hasil suara anak.

Kedua, mendukung pemerintah untuk menciptakan regulasi terhadap protokol kesehatan dan menetapkan kejelasan kebijakan KBM yang sesuai dengan sistem pendidikan ramah anak di masa pandemi covid-19.

Ketiga, bekerjasama dengan pemerintah untuk mengoptimalkan pembuatan akte kelahiran serta memohon kepada pemerintah untuk menetapkan regulasi dan SOP pembuatan akte kelahiran yang sesuai dengan keadaan pada saat ini.

Keempat, memohon kepada pemerintah untuk meningkatkan fasilitas yang layak di instansi pendidikan sekolah luar biasa agar ABK dapat mengembangkan potensinya secara maksimal.

Kelima, mengharapkan pemerintah untuk menyediakan badan/lembaga seperti PUSPAGA yang berjalan lancar di setiap kota/kabupaten sebagai wadah edukasi orangtua terhadap isu ketahanan keluarga.

Keenam, mengajak masyarakat Bengkulu untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak dalam menghadapi era new normal baik segi mental dan fisik.

Ketujuh, mengharapkan pemerintah untuk memfasilitasi satuan pendidikan yang ramah anak di era new normal.

Kedelapan, lindungi kami dari rokok dan obat-obatan terlarang dan berharap pemerintah memperketat peraturan yang ada tentang zat adiktif berbahaya agar anak terhindar dari dampak buruk hal tersebut.

Kesembilan, bekerjasama dengan pemerintah dalam menekan angka kekurangan gizi untuk mencegah stunting dengan mensosialisasikan pemahaman kesehatan kepada masyarakat dan memohon untuk meningkatkan fasilitas serta akses kesehatan.

Kesepuluh, memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pusat kreatifitas anak dan menyelenggarakan kegiatan kebudayaan agar anak dapat mengembangkan bakatnya dengan baik dan nilai budaya tetap dilestarikan.

Kesebelasan, memohon dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang anti bullying dan meningkatkan pengawasan serta audiensi kepada anak yang terdampak kasus bullying di lingkungan sekolah agar mendapatkan pendampingan secara psikologis.

Kedua belas, forum Anak, masyarkat, dan pemerintah bekerjasama untuk menunjang masa depan Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan menolak segala bentuk eksploitasi terhadap anak.