Pilkada Tidak Pengaruhi Angka Kemiskinan

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Polemik yang mencuat akibat meningkatnya angka kemiskinan di Kota/Provinsi Bengkulu terlanjur membunyikan isue pecah konsentrasinya, kepala daerah yang memimpin ditengah masyarakat. Lantaran, mesti memikirkan strategi maju dalam pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 09 Desember 2020 mendatang.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua (Waka) III DPRD Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi selaku mitra Pemerintah Provinsi membantah hal tersebut. Ia mengatakan, semua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) baik dijajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot), bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

“Gak lah, kan yang bekerja bukan hanya kepala daerah. Bahkan, mesin juga bekerja,” kata Erna, pada Kamis (23/7/2020).

Erna melanjutkan, dalam hakekatnya kepala daerah yang sudah memantapkan langkah untuk maju dalam bursa Pilgub, tetap tidak boleh pecah pemikiran. Tetap wajib memikirkan laju roda pemerintahan yang menampung, jutaan masyarakat dalam lingkupnya.

“Seyogyanya gak boleh gagal fokus, tetap harus mikirin kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, srikandi dewan juga menjelaskan dalam menghadapi rencana maju dalam Pilkada serentak, tentunya kepala daerah telah mempersiapkan berbagai taktik jitu demi mengcover kemulusan langkahnya. Salah satunya, dengan mengamanahkan hal-hal yang dianggap sulit kepada wakilnya.

“Kan ada wakil gubernur disitu, semua bekerja. Semua sudah membagi tugas,” ungkapnya.

Kemudian, Dewan Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) juga mementahkan isu yang mensinyalir adanya dugaan pemanfaatan anggaran yang ada dalam pemerintahan, guna mendongkrak suara pemilih saat pemilihan. Sehingga, menyebabkan anggaran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 mengalami selisih.

“Pengaruh pilkada tidak, anggaran pilkada sudah disiapkan partai jauh-jauh hari. Ini memang harus kerja bersama,” tutup Erna. [Alfi]