Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu berhasil melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga orang Aparatur Sipil (ASN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu.

Tiga ASN ini diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di salah satu SMA Kota Bengkulu pada Jumat, 26 Juni 2020.

Terkait ini, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno saat diwawancarai, Rabu (1/6/2020) mengatakan, penangkapan yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda terhadap ASN tersebut berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya dugaan praktik Pungli pada saat PPDB di Disdikbud Provinsi Bengkulu yang saat ini sedang berlangsung.

Atas dasar informasi itu, polisi bergerak melakukan penindakan dengan mengamankan para ASN tersebut bersama barang bukti uang tunai.

“Saat ini prosesnya masih penyelidikan dan tidak ada yang dilakukan penahanan. Kemarin itu diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Prosesnya masih menunggu karena kita masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi. Apakah nanti prosesnya naik penyidikan itu nunggu proses pemeriksaan selesai,” kata Sudarno.

Sudarno menerangkan, berdasarkan pemeriksaan sementara, sejumlah uang itu didapat dari beberapa sekolah sebagai biaya pemeliharaan peralatan yang digunakan dalam proses PPBD baik tingkat SMA maupun SMK se Provinsi Bengkulu. Keterangan dari para ASN yang diamankan, penarikan uang tersebut berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak sekolah dengan Disdikbud Provinsi Bengkulu. Meski demikian, penyidik masih mendalami dan mendalami kasus ini serta meminta keterangan saksi ahli berkaitan dengan dasar hukum dari penarikan uang tersebut, jika memenuhi unsur pidananya maka penyelidikan dilanjutkan ke penyidikan.

“Kita masih melihat ada unsur pidananya atau tidak, kalau nanti ada unsur pidananya nanti kita lanjutkan kalau tidak ada unsur pidananya nanti kita sampaikan,” terang Sudarno.

Sementara itu, hingga kini pihak Disdikbud Provinsi Bengkulu belum mau memberikan keterangan terkait penangkapan pegawainya oleh tim Saber Pungli Polda Bengkulu tersebut. [Anto]