PedomanBengkulu.com, Seluma – Ombudsman Perwakilan Bengkulu ikut turun tangan, dalam menangani polemik pelantikan perangkat desa Talang Kabu, yang ditenggarai bermasalah. Hal ini diketahui berdasarkan surat pemberitahuan dimulainya pemeriksaan, yang dikirimkan Ombudsman kepala peserta seleksi bernama Sela Antesa.

“Ya, kemarin langsung masukkan laporan, dan langsung ketemu (Pihak Ombudsman)” jelas Nopri Syaputra, suami dari Sela Antesa saat dikonfirmasi (28/7/2020).

Surat yang ditandatangani Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Bengkulu tersebut menyatakan, pemeriksaan substansif telah dimulai.

“Saat ini laporan telah masuk tahapan pemeriksaan substansif oleh tim pemeriksaan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu” jelas surat tersebut.

Sementara itu Pemkab Seluma juga masih memproses laporan yang telah dilayangkan oleh Sela Antesa. Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Seluma, Mirin Ajib menyatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap camat Ilir Talo, terkait proses penerbitan rekomendasi pelantikan perangkat desa.

“Akan segera kami panggil, sembari menunggu proses yang dilakukan dinas PMD” jelas Mirin (27/7/2020).

Adapun polemik pengangkatan perangkat desa berawal dari seleksi yang dilakukan pemerintah desa Talang Kabu, untuk mengisi jabatan Kaur Keuangan. Hasil seleksi menyatakan Sela Antesa mendapat nilai tertinggi yakni sebesar 141, dan diikuti Rini Pustika Sari sebesar 137. Namun Kepala Desa kemudian malah melantik Rini Pustika Sari, bukan Sela Antesa yang merupakan peraih nilai tertinggi. [IT2006]