Agustam Rachman

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menyikapi ramai diberitakan bahwa Provinsi Bengkulu sebagai propinsi termiskin di Sumatera sebagaimana data Badan Pusat Statistik per tanggal 15 Juli 2020, Pengamat Sosial Agustam Rachman MAPS menilai, perlu dipertimbangkan untuk membuat tulisan peringatan di tiap titik gerbang perbatasan dengan provinsi tetangga.

Di tiap titik gerbang perbatasan dengan provinsi tetangga tempat strategis lainnya. Kira-kira tulisannya begini ‘selamat datang di propinsi Bengkulu, propinsi termiskin di Sumatera pada tahun 2020’,” kata Agustam secara tertulis kepada media, Jumat (17/7/2020).

Menurutnya, tulisan peringatan itu dapat menjadi cambuk dan motivasi bagi segenap masyarakat untuk terus meningkatkan pembangunan di segala bidang supaya keluar dari status termiskin di Sumatera.

Tulisan peringatan itu salah-satu fungsinya sama dengan tugu adipura yang sudah ada saat ini,” paparnya.

Ia menjelaskan, tugu adipura selain menjadi kebanggaan juga diharapkan membuat
masyarakat termotivasi untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan kotanya.

Oya tulisan peringatan yang berisi bahwa propinsi Bengkulu adalah propinsi termiskin di Sumatera tahun 2020, perlu juga dibuat di pusat Kota Bengkulu. Supaya pejabat-pejabat dan anggota Dewan yang berkantor di Padang Harapan lebih serius memperjuangkan nasib propinsi Bengkulu tercinta ini,” demikian Agustam.

Sebelumnya terlansir, tingkat kemiskinan di salah satu Daerah/Provinsi menjadi tolak ukur untuk mengetahui, daerah tersebut mengalami perkembangan yang seimbang atau tidak. Bahkan, Selain menjadi pekerjaanrumah (pr), menekan angka kemiskinan merupakan suatu pembuktian seorang kepala daerah dalam mengukuhkan kepemimpinan.

Kendati, meningkatnya infrastuktur suatu daerah namun tidak diseimbangi dengan menurunnya angka kemiskinan. Sama halnya, dengan kegagalan yang direngkuh kepala daerah tersebut.

Seperti di Provinsi Bengkulu, meningkatnya infrastruktur pembangunan tidak serasih dengan angka kemiskinan. Malah, angka kemiskinan di Bumi Rafflesia tergolong meningkat dibanding tahun 2019 lalu.

Menurut data yang dilansir dari website Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu. Terhitung per-bulan Maret 2019, angka kemiskinan yang semula berjumlah 302.302 orang atau 15,23% meningkat menjadi 302.579 orang atau 15,03% pada Maret 2020.

Spesifiknya, angka kemiskinan di daerah perkotaan di Provinsi Bengkulu lebih tinggi bila disandingkan, dengan angka kemiskinan di perdesaan. Pada Maret tahun 2019 lalu, angka kemiskinan yang bercokol di 14,70% menanjak ke 14,77% pada Maret 2020.

Bila dirinci secara personal, artinya penduduk miskin di daerah perkotaan meroket sebanyak 2.032 orang. Sebelumnya, pada Maret 2019 lalu tingkat kemiskinan yang berjumlah 96.518 orang naik tangga, menjadi 98.550 orang pada Maret 2020 tersbut.

Sebaliknya, angka kemiskinan di daerah perdesaan Provinsi Bengkulu malah cenderung menurun. Perununan angka kemiskinan daerah perdesaan cukup signifikan, yaitu sebanyak 1.754.

Sejak Maret 2019, penduduk miskin daerah perdesaan yang awalnya berjumlah 205.783 orang merosot hingga berjumlah 204.029 orang, pada Maret 2020. Artinya, penduduk yang berdomisili di perdesaan lebih berkembang dibandingkan masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan.

Bergejolaknya tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu itu, tak lepas dari pengaruh peranan komoditi. Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar, dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Yaitu mengenai perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Sumbangan garis kemiskinan dalam kategori komoditi makanan pada Maret 2019, tercatat berjumlah 73,89%. Namun, pada Maret 2020 persentase terhadap garis kemiskinan meningkat, menjadi 73,93%. [Muhammad Qolbi]