PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Secara tidak langsung, polemik yang mencuat akibat meningkatnya angka kemiskinan baik di Kota maupun Provinsi Bengkulu menjadi sentilan terhadap DPRD Provinsi Bengkulu. Bukan hanya banyak menuai kritik dari berbagai kalangan.

Imbasnya, kinerja dari kepala daerah yakni Gubernur dan Walikota menjadi sorotan khusus masyarakat. Termasuk kinerja dewan perwakilan rakyat, juga ikut dipertanyakan masyarakat Bengkulu.

Lantas itu, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi yang merasa prihatin ikut angkat bicara. Ia mengatakan, meningkatnya angka kemiskinan di Provinsi/Kota Bengkulu bukan berarti sebuah kegagalan dari kepemimpinan Gubernur/Walikota.

“Kita tidak bisa mengatakan itu sebuah kegagalan, tapi ini adalah sebuah proses,” kata dewan berparas ayu.

Malah, lanjut Erna, meningkatnya angka kemiskinan ini bisa menjadi titik balik untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut. Bersama DPRD, pemerintah daerah diharapkan dapat menstimulan angka kemiskinan dengan cara meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kita akan mensiasati anggaran yang ada, dengan menstimulan UMKM, karena itu bisa membuat pertumbuhan ekonomi menjadi bertahan,” ujar Erna.

Erna menjelaskan, tidak hanya Bengkulu yang tengah menghadapi gejolak pada angka kemiskinan, bahkan seluruh provinsi di Indonesia juga mengalami hal tersebut. Serta, terjadinya peningkatan angka kemiskinan juga tak lepas dari dampak pandemi covid-19/corona.

“Jangan salah, kita bisa menurunkan angka kemiskinan. Jangan lupa bahwa ada pandemi, seluruh provinsi juga merasakannya kok,” tutup Erna. [Alfi]