Efek mpemba (Foto: funaze.com)

Apakah kamu tahu kalau air panas bisa membeku lebih cepat dibandingkan air dingin? Bagi yang belum, boleh mencoba di rumah masing-masing. Masukan bersamaan air panas dan dingin ke dalam freezermu. Pasti air panas akan lebih cepat membeku.

Pertanyaanya sekarang, mengapa air panas bisa membeku lebih cepat?

Melansir laman eurekalert.org, para ilmuwan telah menemukan alasannya. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan di Physical Review Letters, publikasi tersebut mengkonfirmasi bagaimana fenomena pembekuan air panas bisa lebih cepat. Disebutkan hal itu terjadi pada cairan granular, yaitu partikel yang sangat kecil dan berinteraksi satu sama lain yang kehilangan sebagian energi kinetik mereka.

Teori tersebut sebenarnya bukanlah hal baru, sebelumnya, efek ini sebenarnya pertama kali diamati okeh Aristoteles pada abad ke-4 SM, kemudian Francis Bacon dan Rene Descartes. Sedangkan Mpemba menerbitkan sebuah makalah tentang temuannya itu pada tahun 1969. Hingga saat ini, efek tersebut dikenal dengan efek mpemba.

Sejak efek tersebut dikemukakan, telah banyak ilmuwan mencoba menjelaskan mengapa efek tersebut bisa terjadi, tapi gagal. Nah, pada penelitian ini, peneliti bisa mensimulasikan secara komputer dan melakukan perhitungan analitik untuk mengetahui bagaimana dan kapan efek Mpemba terjadi.

Antonio Lasanta, dari UC3M Gregorio Millán Barbany University Institute untuk Pemodelan dan Simulasi Dinamic Liquid Nanosains dan Matematika Industri mengatakan penelitian tersebut tidak hanya mengkonfirmasi bagaimana air panas bisa beku lebih cepat, tapi juga sebaliknya, mengapa air dingin bisa lebih cepat panas, yang disebut dengan efek Mpemba terbalik.

“Efek tersebut terjadi karena kecepatan putaran partikel sebelum pemanasan atau pendinginan memiliki disposisi tertentu. Hal itu, memberikan pengaruh signifikan jika keadaan partikel disiapkan sebelum pendinginan atau pemanasan,” katanya.

Penemuan tersebut, lanjutnya, memang hal dasar, namun selama berpuluh tahun tidak mendapatkan perhatian yang tepat karena dianggap tidak memiliki terapan khusus dalam kehidupan.

“Akibatnya, hingga berpuluh tahun, fenomena tersebut masih menjadi misteri,” katanya lagi.

Namun, menurut peneliti, penelitian ilmu dasar tersebut selain bisa berkontribusi untuk memberikan pemahaman ilmu pengetahuan dasar, tapi juga bisa diaplikasikan untuk banyak hal di masa yang akan datang. Misalnya saja bisa digunakan untuk membuat perangkat elektronik yang berfungsi untuk mendinginkan lebih cepat. [Ricky]