Roko tembakau dan vape (Foto: scinews.eu)

Sejak kemunculannya pertama kali, rokok elektrik atau yang biasa disebut vape telah menjadi alternatif pengganti rokok tradisional yang menggunakan tembakau. ROkok elektrik dianggap lebih aman bagi kesehatan sehingga banyak perokok tradisional beralih ke rokok elektrik yang kemudian meningkatkan trennya. Benarkah demikian?

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Tobacco Control Amerika Serikat mengungkapkan penggunaan rokok elektronik ternyata bisa menjadi lebih berbahaya dibandingkan rokok tembakau tradisional atau sigaret.

Tren rokok elektronik mulai terjadi saat banyak pecandu rokok berharap untuk menyelesaikan masalahnya dengan beralih ke rokok elektronik dan ternyata hal itu tidak akan menyelesaikan semua masalah kesehatan yang dihadapi perokok.

Seperti dilansir dari laman livescience.com, ketua tim peneliti, David Levy yang juga merupakan ahli ontologi di Georgetown University Medical Center, mengatakan penggunaan rokok elektronik nyatanya masih menimbulkan kecanduan dan penelitian juga menunjukan bahwa obat yang digunakan untuk rokok elektronik bisa lebih buruk bagi kesehatan jantung.

Meski demikian, peneliti juga memiliki asumsi, bahwa penggunaan rokok elektronik memang dapat mengurangi risiko kecacatan pada perokok, mengurangi rasa sakit dan penderitaan dari akibat rokok tradisional serta mengurangi paparan asap rokok disekitarnya.

Penelitian tersebut dilakukan dengan didanai oleh dua lembaga kesehatan dan sama sekali tidak menerima uang dari industri apapun. Sehingga penelitian dapat diyakini tanpa intervensi. [Ricky]