PedomanBegkulu.com, Rejang Lebong – Panitia pemungutan suara dari 156 desa dan kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan Rejang Lebong hingga 6 Juli 2020 telah melakukan Verifikasi Faktual terhadap 20.325 KTP dukungan Calon perseorangan yang telah dimasukan ke KPU Rejang Lebong. Disampaikan Koordinator Divisi Tekhnis Penyelenggara Pemilu KPU Rejang Lebong Visco Putra Alexander di Rejang Lebong, Verfak tersebut telah mencapai 82,44 Persen dari total dukungan yang sebelumnya dimasukan oleh pasangan Calon Samsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah sebanyak 24.687 KTP.

“Verifikasi faktual (verfak) syarat dukungan pencalonan jalur perseorangan atas nama Samsul Efendi-Hendra Wahyudiansyah yang dilaksanakan selama 14 hari terhitung 29 Juni-12 Juli masih menyisakan 4.335 dukungan masyarakat yang belum di verifikasi. Sampai hari ini progres dari pelaksanaan verfak dukungan perseorangan ini sudah mencapai 20.352 dukungan atau 82,44 persen dari total jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 24.687, sedangkan sisanya sebanyak 4.335 dukungan masih dalam proses verifikasi,” kata Visco, Senin (6/7/2020).

Disampaikan Visco, dari 156 Desa dan kelurahan yang ada di Rejang Lebong ternyata ada 1 Desa yang tidak ada KTP dukungan yang dimasukan pasangan perseorangan tersebut yakni Desa Suka Merindu Kecamatan Sindang Beliti Ilir.

“Hingga sekarang verfak ini sudah mencapai 82 persen lebih, kita yakin dengan waktu tersisa, 468 panitia pemungutan suara (PPS) dari 156 desa dan kelurahan dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong tersebut akan selesai tepat waktu bahkan bisa lebih cepat lagi dari waktu yang ditentukan,” kata Visco.

Sebelumnya saat penyerahan dukungan pencalonan ke KPU Rejang Lebong pada 2019 lalu, pasangan SaHe menyampaikan dukungan masyarakat ada dari setiap desa di wilayah Rejang Lebong, namun setelah diperiksa yang ada hanya soft copy sedangkan hardcopynya tidak ada sehingga dalam verfak ini tidak dimasukan dan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

” Tidak ada kendala yang berarti yang kita temukan pada saat Verfak ini, memang dalam pelaksanaannya petugas juga menemukan banyaknya dukungan masyarakat yang tidak ditemukan orangnya, bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai 20 persen dari jumlah dukungan yang di verifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait masyarakat yang tidak mendukung namun masuk dalam berkas dukungan itu merupakan ranahnya Bawaslu Rejang Lebong. Visco juga menyampaikan, sejauh ini jumlah KTP warga yang tidak mendukung namun masuk dalam dukungan pasangan ini tidak banyak, warga yang tidak mendukung ini harus bersedia mengisi lampiran BA5.KWK, jika sudah diisi maka dukungan itu dinyatakan TMS, sebaliknya jika tidak diisi maka dukungannya akan dinyatakan memenuhi syarat atau MS.

“Acuan kita sesuai dengan pasal 23 ayat 4 dan ayat 4a PKPU nomor 15 tahun 2017, kalau mereka menyatakan tidak mendukung dan bersedia mengisi lampiran model BA5KWK itu maka kita nyatakan TMS. Namun jika mereka menyatakan tidak mendukung dan tidak bersedia mengisi lampiran BA5 maka dinyatakan MS,” pungkas Visco. [Julkifli Sembiring]