PedomanBengkulu.com, Seluma – Penyaluran bantuan langsung tunai dana desa di Kabupaten Seluma, diwarnai sejumlah keributan. Di desa Taba, Rawa Indah, hingga Talang Panjang, keributan terjadi antara perangkat/kepala desa dengan warga saat proses pembagian bantuan hendak dilakukan. Bahkan terakhir di Talang Panjang, sempat terjadi baku pukul antara perangkat desa dengan warga yang terdata sebagai penerima bantuan.

Wakil Bupati Seluma, Suparto (5/7/2020) mengatakan, pendataan warga yang berhak menerima bantuan harus dilakukan dengan teliti. Pendataan harus melibatkan berbagai pihak, agar tidak terjadi kericuhan akibat warga yang tidak terdata.

“Harus ada tim yang independen mendata semua, jadi kades penanggung jawabnya. Sehingga pendataan bisa akurat terhadap warga yang memang berhak menerima bantuan” jelas Suparto.

Sementara itu Suparto juga meminta warga yang ekonominya sudah tergolong mampu, untuk tidak lagi meminta bantuan. Tindakan tersebut menurut Suparto dapat membantu warga yang memang lebih layak menerima bantuan.

“Warga yang kira kira memang sudah mampu, ya kita rela saja, mudah mudahan dengan tidak mendapat itu, mendapat lebih banyak dari Allah. Karena yang dapat (jumlah bantuan) memang sedikit, sedangkan yang minta banyak” jelasnya

Adapun pasca kericuhan yang terjadi di desa Talang Panjang, kepala desa akhirnya menyepakati untuk melakukan verifikasi ulang penerima bantuan. Meski pada saat verifikasi awal, diakui kepala desa banyak warga yang sudah mampu, namun protes tak mendapat bantuan.

“Kebun sawitnya lebar ada yang berkebun lebar, tauke sawit juga. Ado yang punya penggilingan padi mobilnya 2. Ada honorer berkebun lebar mobil yaris, ada honorer mobil jazz” jelas Kades Talang Panjang, Naidi (28/6/2020). [IT2006]