Pedomanbengkulu.com, Seluma – 11.636 peserta jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Kabupaten Seluma dipastikan nonaktif, yang efektif mulai berlaku pada (1/8/2020). Nonaktifnya kepesertaan tersebut akibat tidak adanya anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma untuk membayar.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Seluma, Ricco Hanggara saat dikonfirmasi (2/8/2020) mengatakan, anggaran yang tersedia untuk membayar iuran hanya sampai Juli 2020 saja.

“Per 1 Agustus 2020 sebanyak 11.636 jiwa peserta Jamkesda Kabupaten Seluma non aktif. Ini karena anggaran dari Pemkab Seluma hanya sampai Juli 2020” jelasnya.

Dijelaskan Ricco, kepesertaan 11.636 orang tersebut baru aktif kembali pada oktober 2020 mendatang, itupun jika anggaran pembayaran iuran Jamkesda disetujui dalam APBD-Perubahan 2020.

“Otomatis untuk Agustus-September 2020 sudah nonaktif, kalau tidak disetujui anggarannya di APBD-P kemungkinan dari Oktober sampai akhir tahun juga akan nonaktif” paparnya.

Berimbas ke Pasien

Nonaktifnya peserta Jamkesda Kabupaten Seluma berimbas kepada pasien, sehingga tidak bisa lagi mendapat pengobatan yang ditanggung biayanya oleh pemerintah. Salah satunya balita berusia 4 tahun yang merupakan pasien gizi buruk di kecamatan Seluma Timur.

“Sudah dicek kartunya ternyata dia peserta Jamkesda, dan tidak aktif. Kasus gizi buruk. Ada juga penderita gangguan jiwa yang membutuhkan obat rutin karena penyakitnya sudah kronis, kartunya juga sudah tidak aktif” jelasnya.

Ricco berharap pemerintah dapat kembali mengucurkan anggaran untuk membayar iuran Jamkesda, karena kebutuhan pengobatan masyarakat kurang mampu sangat mendesak.

“Dari kemarin BPJS terus berkoordinasi dengan Pemkab Seluma, dan kepada pihak legislatif juga sudah kami sampaikan (kebutuhan anggaran jamkesda)” jelasnya. [IT2006]