IST/Tiga kandidat Gubernur Bengkulu terkuat hasil perhitungan berbagai lembaga survei.

Jelang pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang dirancang akan dipilih pada 9 Desember 2020 mendatang, lembaga-lembaga survei telah merilis hasil hitung-hitungannya untuk dimuat berbagai media massa.

Mantan Gubernur Agusrin M Najamudin, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan menjadi tiga nama yang bersaing ketat sebagai pemenang dalam survei-survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu 2020.

Lihat juga : Survei Roda Tiga, Mantan Ungguli Gubernur

Agusrin dinilai sebagai sosok perintis berbagai pembangunan mercusuar ketika membangun Bengkulu. Meski menyandang status sebagai mantan narapidana korupsi, namun kebijakan-kebijakan Agusrin yang populis dianggap menjadi pemicu tingginya elektabilitas sang mantan gubernur.

Sementara Rohidin Mersyah dengan statusnya sebagai petahana dinilai sebagai birokrat yang bersih. Rohidin merupakan pewaris kekuasaan dari Ridwan Mukti dan dengan kekuasannya berhasil menduduki kursi nomor satu di Partai Golkar Bengkulu.

Simak juga : Hasil Survei RTK, Kursi Gubernur Terancam

Yang paling mengejutkan adalah Helmi Hasan. Namanya berkibar di posisi atas jauh melampaui kepala-kepala daerah setingkatnya. Helmi Hasan dikenal sebagai sosok yang masif dalam membangun Bengkulu dengan slogannya yang terkenal membangun kota yang bahagia dan religius.

Nama Helmi Hasan bersih dari perkara hukum. Status tersangka korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang pernah menderanya dilepas oleh Pengadilan Negeri Bengkulu karena kader terbaik PAN tersebut dinilai tidak terbukti sedang berusaha memperkaya diri atau orang lain dalam kasus tersebut.

Helmi Hasan bisa dibilang menjadi sosok alternatif, bersih tapi membangun.

Lawan tanding dari sosok yang bersih tapi tidak membangun. Atau membangun tapi tidak bersih.

Baca juga : Head to Head, Helmi Hasan Menang Telak

Sebagai bagian dari bumbu dalam berdemokrasi, tidak ada yang salah dengan hasil survei-survei tersebut. Apalagi bila diracik dengan berbagai kepentingan dan bisnis.

Namun angka-angka kini tidak lagi seajaib dulu ketika hasil survei dan jajak pendapat dianggap dapat menjadi penentu pemenang sebelum pemilihan dilaksanakan, atau paling tidak dapat membantu penggunaan kecurangan dalam memanipulasi hasil pemilihan.

Kemampuan sihir survei kini tidak lagi dapat benar-benar membius kesadaran untuk menentukan figur yang diinginkan oleh rakyat. Animo masyarakat kini tidak lagi semata-mata berpanglimakan uang dan kepentingan pribadi.

Dan begitulah, sejarah pemilihan kepala daerah langsung di Bengkulu membuktikan bahwa yang unggul adalah sosok yang mampu menyusun kata-kata dengan baik, sosok religius lahir dan batin, punya visi yang jelas kemana Bengkulu akan dibawa, punya mesin politik yang mengakar ke seluruh lapisan masyarakat.

Silahkan saja perhatikan ke depan, kandidat yang akan menang adalah dia yang rajin turun ke bawah menjumpai rakyat dan menggalang suara pemilih, mampu memanfaatkan teknologi dengan baik untuk menyampaikan gagasan-gagasan besarnya dalam membangun Bengkulu.

Sosok seperti itu boleh saja dipandang sebelah mata oleh survei, tapi jejak rekamnya yang setia memberikan perhatian dan melayani masyarakat akan menempatkannya pada posisi istimewa di hati rakyat, sehingga bahkan walaupun belum pernah menjabat sebagai orang nomor satu di provinsi, namun diakui sebagai salah satu putra terbaik yang dimiliki oleh Bengkulu.