Sapi kurban di Masjid Al-Manar Pasar Minggu, Sabtu (1/8/2020).

Penyembelihan hewan qurban, baik sapi, kambing, domba ataupun unta tak pernah luput dari perayaan Idul Adha bagi umat muslim di seluruh dunia.

Itu, merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihi wa salam.

Dimana tradisi sakral itu muncul ketika Allah Subhanahu wa ta’ala, memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyemblih putranya, Ismail. Mendapati wahyu tersebut, membuat Ibrahim sedikit mengalami gejolak hati.

Namun, lantaran ketaatannya atas perintah sang khalik. Nabi Ibrahim pun bersedia dengan lapang dada mengorbankan putranya. Kemudian, saat Ibrahim akan melakukan penyemblihan.

Dengan kilat, Allah menukar Ismail dengan se-ekor domba. Selanjutnya, dengan izin Allah Ibrahim pun langsung menyemblih domba tersebut.

Dibalik perayaan nan sakral itu, ternyata menyimpan sebuah mitos yang menarik perhatian masyarakat. Yaitu, tangisan dari hewan qurban ketika hendak disemblih.

Seperti tiga ekor sapi qurban Masjid Al-manar Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu ini. Terlihat, ketika muazin mengumandangkan takbir ketiga hewan berwarna hitam-kecoklatan menyucurkan airmata.

“Lihat bang, sapinya menangis,” cetus Ari (23), seorang pemuda tempatan, pada Sabtu (1/8/2020).

Bahkan, ketika hendak disemblih sapi-sapi itu tampak meneteskan air dari matanya. Menurut mitos yang beredar, hewan bertanduk runcing menangis lantaran hatinya merasakn kebahagian.

Dikarenakan, daging-daging yang menyelimuti tulangnya akan dinikmati oleh hamba-hamba Allah. Tak hanya daging, seluruh bagian tubuh hewan tersebut dapat dikonsumsi oleh manusia.

Menanggapi hal itu, Ustaz M Yakub selaku pengurus dan penanggungjawab Masjid Al-manar tidak bisa membantah adanya rumor tersebut. Sebab, menurutnya, sapi adalah salah satu hewan yang memiliki kelembutan hati.

“Sapi meruapakan salah satu hewan yang nantinya menghuni surga Allah,” kata Yakub.

Alfi Kurnia