PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Pemda Bengkulu Tengah mengadakan rapat terkait proses belajar-mengajar di pondok pesantren yang sudah melakukan kegiatan sejak tiga minggu berjalan.

Rapat yang diadakan oleh gugus tugas Covid-19 kabupaten Bengkulu Tengah di ruangan rapat Bupati Benteng, dipimpin langsung Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septy Peryadi, S.Tp dan yang dihadiri Kapolres Benteng, Kejari, Dandim, Kadis Dinkes, Kemenag, Dispendik serta OPD terkait kabupaten Bengkulu Tengah.

Membahas tentang surat keputusan yang akan direkomendasikan kepada pondok pesantren yang saat ini telah mulai melakukan proses belajar-mengajar secara tatap muka.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Septy Peryadi, S.Tp menjelaskan, telah dilakukan survei pada Rabu, (29/07) terhadap kesiapan pondok pesantren yang telah menjalankan aktivitas belajar mengajar tatap muka sejak tiga minggu belakang.

“Terkait hasil survei beberapa hari lalu, hari ini saya harapkan bapak ibu dapat memberikan masukan terkait dari hasil survei.” jelas Wakil Bupati dalam sambutannya, Selasa (4/8/2020).

Sementara itu Kadis Dinkes kabupaten Bengkulu Tengah Gusti Miniarti S.Kep,.M.H dalam hal ini masih ada keraguan memberikan kewenangan kepada pondok pasentren untuk melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka. Dikarenakan pada saat survei, Dinkes kabupaten Bengkulu Tengah tidak ikut serta dan hanya puskesmas terdekat yang datang dan tidak melakukan laporan ke tingkat dinas.

“Harus ada kehati-hatian dalam memberikan rekomendasi, apakah persiapan pondok pesantren sudah mengikuti protokol kesehatan atau belum. Kami dari Dinkes sendiri tidak dapat memastikan di sana aman atau tidak ataupun berjalan atau tidak protokol keseatan.” jelasnya.

Mendengarkan tanggapan dari berbagai pihak terkait izin proses belajar mengajar secara tatap muka di pondok pasentren, tim gugus tugas kabupaten Bengkulu Tengah akan menjadwalkan ulang untuk melakukan cross-check sistem persiapan pembelajaran pondok pesantren besok Rabu, (5/8/2020). [Hendri Suwi]