Anggota Sayap Pemuda Partai Komunis Indonesia diawasi oleh tentara sebagai pengikut pemerintahan Presiden Sukarno (Sumber: independent.co.uk)

Karena telah berumur lebih dari 50 tahun, Amerika Serikat akhirnya melakukan deklasifikasi terhadap sejumlah dokumen rahasianya, yaitu membuka sejumlah dokumen yang sebelumnya dirahasiakan untuk diketahui oleh publik. Diantaranya, terdapat dokumen yang berkaitan dengan kondisi di Indonesia pada tahun 1965.

Melansir laman independent.co.uk, dokumen rahasia itu akhirnya mengungkap fakta baru mengenai kampanye pembunuhan ratusan ribu warga sipil selama puncak anti komunis di Indonesia pada tahun 1965.

Seperti diketahui, pada tahun 1965, Indonesia memiliki partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah cina dan Uni Soviet, dengan beberapa juta anggota dan Presiden Sukarno sangat suka sosialis dan sangat anti Amerika.

CIA Terlibat Pemberangusan PKI

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengumumkan ribuan file antara tahun 1963-1966 yang menyebutkan keterlibatan badan intelegen Amerika (CIA). Berkas tersebut mendeskripsikan tentang teror oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kelompok muslim.

Disebutkan, pejabat AS saat itu terlibat dan sangat senang saat jenderal konservatif memberlakukan darurat militer di Jakarta, merebut radio pemerintahan dan memutuskan untuk memusnahkan partai komunis di Indonesia dengan alasan bahwa PKI telah berusaha menggulingkan pemerintahan.

Dalam beberapa bulan, tentara menang dalam perebutan kekuasaan tersebut dan mengalihkan orientasi politik Indonesia ke AS dan membuka pasar domestik ke perusahaan-perusahaan Amerika.

Berkas tersebut menekankan pada informasi terperinci tentang pembunuhan dan keinginan dari Kedubes AS dan departemen luar negeri untuk melakukan sesuatu yang menghambat TNI. Sejarawan mensinyalir bahwa AS menyediakan daftar pejabat Indonesia yang berafiliasi dengan komunis, menyediakan peralatan radio dan uang sebagai bagian dari dukungannya.

Dokumen tersebut juga menunjukan bahwa pejabat AS memiliki informasi yang kredibel yang bertentangan dengan cerita TNI yang menyebutkan bahwa terjadi penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal dalam sebuah kudeta yang gagal pada 30 September 1965, yang kemudian menjadi awal terjadinya pembantaian masal, terhadap PKI dan kelompok Cina-nya. [Ricky]