PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Setelah puas memenuhi tuntutan Kunjungan Kerja (Kunker), dengan melalui tujuh anjangsana dalam satu hari perjalanan. Akhirnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal (Purn) M Tito Karnavian memilih kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai penghujung lawatan di Bumi Rafflesia.

Rakor yang berlangsung di Ballroom Hotel Mercure pada Kamis (6/8/2020) sekira pukul 20.00 WIB itu, membahas tentang Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020. Serta, Pengarahan Kepada Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu.

Namun sayang, setelah kurang-lebih dua jam menjabarkan berbagai macam penjelasan terkait anggaran dan strategi menghadapi Pemilu, ditengah pandemi corona. Tito, enggan menemui awak media yang telah menanti di ruang konferensi pers.

Sementara, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsada Harahap mengatakan Kabupaten Kepahiang akan menerima Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) senilai Rp 4 miliar. Angka tersebut paling tinggi diantara anggaran NPHD kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu.

“Insya Allah besok atau lusa bisa cair anggaran untuk di Kepahiang,” kata Parsada.

Selain itu, Parsada mengungkapkan seharusnya NPHD wajib dicairkan sebelum bulan Juli 2020. Namun, muncul revisi bahwa anggaran tersebut dapat dicicil sesuai dengan kemampuan daerah.

“Perintah Permendagri revisi 41 harus selesai enam puluh persen, namun negosisasi kemarin bisa cicil dan menyisahkan 3 daerah,” tutup Parsada. [Alfi]