Ilustrasi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Peta politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Bengkulu 2020 semakin dinamis.

Berdasarkan data terhimpun, mantan gubernur Agusrin Maryono Najamudin tidak mendapatkan peluang untuk kembali mencalonkan diri.

Hal ini lantaran Agusrin pernah divonis 4 tahun oleh Mahkamah Agung dalam kasus korupsi dan dieksekusi pada 10 April 2012 dan bebas murni 10 April 2016.

Sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 56/PUU-XVII/2019 seorang mantan narapidana kasus korupsi boleh maju pilkada 5 tahun sejak dia bebas.

Jika dihitung masa 5 tahun sejak tanggal 10 April 2016 maka Agusrin bisa maju pilkada jika pilkada itu tahapannya setelah tanggal 10 April 2021.

Dengan demikian Agusrin disinyalir tidak memenuhi syarat untuk maju dalam Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Sementara dua nama lainnya, Helmi Hasan dan Rohidin Mersyah diprediksi akan lolos sebagai kandidat.

Helmi disebut telah mengantongi rekomendasi PAN, Hanura dan Demokrat.

Sementara Rohidin dikabarkan telah mengantongi rekomendasi Partai Golkar dan PKS.

Secara mengejutkan, nama Ahmad Hijazi, Bupati Rejang Lebong, mendadak masuk dalam bursa kandidat.

Liaison Officer (LO) tim Hijazi, Wahyuda Hendika menyampaikan pasangan A Hijazi-Dadang Mishal sudah final.

“Iya, Hijazi-Dadang sudah final berpasangan untuk maju di Pilgub Provinsi Bengkulu tahun 2020. Hingga saat ini sudah ada 20 kursi partai politik yang mengusung pencalonan ini, namun untuk partai apa saja nanti akan kita sampaikan,” kata Andi sapaan akrab Wahyu Hendika yang juga merupakan putra Ahmad Hijazi, Rabu (5/8/2020).

Ditambahkan Andi, kepastian Ahmad Hijazi-Dadang berpasangan terjadi pada malam Selasa (4/8/2020) setelah ada petunjuk dari beberapa patai politik yang akan mengusung pasangan ini.

“Kepastian berpasangan ini memang baru diputuskan malam tadi, namun komunikasi sudah terbangun cukup lama baik antara pasangan maupun dengan partai-partai yang akan mengusung. Perubahan pasangan ini juga atas permintaan partai pengusung,” kata Andi.

Terkait dengan pasangan lama yakni Anarulita, Andi menyampaikan bahwa sudah legowo dengan perubahan pasangan bakal calon ini dan Anarulita tetap masuk dalam tim pemenangan pasangan Hijazi-Dadang.

“Ibu Anarulita tetap dalam tim untuk pencalonan ini,” pungkas Andi. [Muhammad Qolbi]