Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Utara- Demo Persatuan Pekerja Seni Bengkulu Utara (PPSBU) lalu direspon baik oleh Pemerintah Bengkulu Utara dan memperbolehkan pelaksanaan hiburan dengan penerapan protokol kesehatan.

Hal tersebut diputuskan setelah rapat yang dilakukan kemarin dan disampaikan kepada masyarakat Bengkulu Utara oleh Bupati Bengkulu Utara bersama Forkopimda pada acara Coffee Morning di taman Pemda, Selasa (4/7/2020).

Ir.H.Mian selaku Bupati Bengkulu Utara, mengatakan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan bersifat tidak tetap. Pihaknya akan terus menampung aspirasi masyarakat demi kebaikan bersama dan akan terus mengevaluasi keputusan tersebut.

“Untuk itu, kita fleksibelkan dengan kelonggaran saat ini membuat surat edaran baru, diperbolehkannya mengadakan hiburan acara pernikahan, khitanan, aqiqah serta acara sejenisnya dengan protokol kesehatan yang ditetapkan. Surat ini bersifat tidak tetap. Hal ini semata-mata untuk menjaga kesehatan dan pemutusan rantai wabah virus Covid-19 dan terus kita tampung semua aspirasi masyarakat dan tetap mengevaluasi kedepannya.” jelas Bupati dalam sambutannya.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Anton Setyo Hartanto, SH, SIK mengatakan dalam penyelenggaraannya nanti pihaknya akan terus mengawal kebijakan pemkab dan gugus tugas.

”Wilayah kita masih dikondisi yang harus diawasi bersama. Ini menjadi bagian persepsi dan kesepakatan bersama yang harus kita kawal,” ungkap Kapolres.

Keputusan disampaikan langsung oleh Syamsul Maarif,S.KM,M.Kes Juru bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara menjelaskan surat edaran nomor 443.2/2940/DINKES/VIII/2020 tentang penyelenggaraan perayaan/resepsi/pesta pernikahan, khitanan, Aqiqah, dan acara sejenisnya oleh warga/masyarakat dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Turut hadir dalam acara Anton Setyo Hartanto, SIK Kapolres Bengkulu Utara (BU), perwakilan Dandim 0423 BU, segenap kepala OPD BU, perwakilan polsek dan perwakilan danramil, para camat serta perwakilan PPSBU. [Sugeng/Rilis]