PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – R tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap suaminya sendiri yakni YH (27) warga Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah terancam hukuman mati.

Kapolres Bengkulu Tengah Polda Bengkulu AKBP Andjas Adi Permana melalui Waka Polres Bengkulu Tengah, Kompol Abdu Arbain saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu Tengah, Senin (10/8/2020) menjelaskan tersangka disangkakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana atau pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan atau pasal 44 ayat 3 Undang Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara, paling lama seumur hidup dan bisa hukuman mati,” jelas Abdu Arbain.

Kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan R terhadap suaminya itu awalnya dilaporkan sebagai kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan korban di Pondok Kebun dengan cara gantung diri pada 6 Agustus 2020 sekira pukul 14.30 WIB.

Berkat kejelian dan kepekaan serta kerja keras Anggota anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Tengah Polda Bengkulu bersama Polsek Pagar Jati dalam menangani kasus tersebut akhirnya fakta kematian korban terungkap yang ternyata diduga dibunuh oleh istri korban sendiri.

Terungkapnya kasus ini sendiri berawal saat polisi melakukan penyelidikan mendalam dan ditemukan luka bekas benturan dibagian kening serta luka dikepala korban bagian belakang, atas dasar itu polisi curiga dan kemudian berinisiatif melakukan tindakan hukum untuk membuktikan kematian korban tersebut. Jadas korban lalu di Outopsi, di RS. Bhayangkara Polda Bengkulu. Hasil outopsi menerangkan meninggalnya korban karena kekerasan dan kehabisan oksigen.

Hasil outopsi itu membuat polisi melakukan olah TKP kembali, yang mana di TKP tidak ditemukan tanda-tanda korban bunuh diri dengan cara gantung diri, seain itu tali yang ditemukan adalah simpul mati serta tempat yang digunakan korban untuk gantung diri tidak ada.

Kemudian setelah dikaukan pemeriksaan intensif terhadap istri korban, istri korban mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul bagian kepala korban lebih dari dua kali. Setelah korban dalam keadaan pingsan, kemudian istri korban mengikat leher korban dengan cara mencekik bagian leher sehingga korban kehabisan oksigen sampai meninggal dunia.

Berdasarkan penuturan tersangka R, dirinya melakukan dugaan pembunuhan terhadap suaminya lantaran suaminya tidak jujur dan sering membohonginya.

“Aku kehilafan, sampai aku bunuh suamiku seperti ini. Dia (suami) tidak jujur sering dibohongi aku karena apa, duit tidak pernah dikasih ke aku, sampai duit aja gak dikasih ke aku, bagaimana mau beli jajan kalau tidak mintak sama dia (suami),” kata R sembari menundukkan kepala.

R mengaku merasa bersalah telah melakukan dugaan pembunuhan tersebut terhadap suaminya itu dan tersangka siap bertanggungjawab dengan apa yang diperbuatnya tersebut.

“Memang aku mengaku salah karena aku sudah pembunuhan aku siap menerima apapun (hukuman),” ucap R. [Anto]